Jawa Pos Radar Madiun – Persiapan keberangkatan haji 2026 mulai bergulir.
Setelah pendaftaran Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dan PPIH Kloter resmi ditutup pada 28 November, seleksi tahap pertama langsung berlangsung di Aula Kemenag Kota Madiun, kemarin (4/12).
Dari total 51 pendaftar, hanya 27 peserta yang dinyatakan lolos verifikasi administrasi dan berhak mengikuti tes awal.
Minat terbesar terlihat pada formasi PPIH Arab Saudi dengan 22 pendaftar, terdiri dari 10 bidang konsumsi, delapan akomodasi, dan empat transportasi.
Sementara jalur PPIH Kloter hanya diikuti lima peserta yang melamar posisi ketua kloter dan pembimbing ibadah.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Madiun, Datik Ardiyah, menyebut tingginya minat di jalur Arab Saudi bukan tanpa alasan.
“Pendaftar Arab Saudi lebih banyak karena cukup mendapat rekomendasi pimpinan dan belum pernah berhaji. Sedangkan untuk kloter, usia maksimal ketua 58 tahun dan pembimbing 60 tahun,” jelasnya.
Seleksi tahap pertama dilakukan secara online, berisi 100 soal dengan durasi 90 menit.
Peserta wajib mengunduh aplikasi khusus dan masuk menggunakan barcode yang telah disiapkan.
Pengumuman hasil dijadwalkan pada 5 Desember.
Datik menegaskan bahwa peserta dengan nilai tertinggi akan mewakili Kota Madiun ke seleksi tingkat Provinsi Jawa Timur pada 11 Desember.
“Untuk ke tahap berikutnya, peserta diambil berdasarkan nilai tertinggi,” terangnya.
Tahap kedua meliputi tes CAT berbobot 70 persen dan wawancara 40 persen.
Ia berharap petugas yang terpilih dapat memberikan layanan terbaik bagi jemaah haji pada keberangkatan perdana 21 April 2026.
“Kami harap petugas yang lolos dapat bekerja penuh integritas dan dedikasi,” ungkap Datik.
Editor : Hengky Ristanto