Jawa Pos Radar Madiun – PSM Madiun gagal mengamankan poin pada laga perdana Liga 4 Piala Gubernur Jatim 2025 setelah takluk 0–1 dari Persedikab Kediri di Gelora Bung Sumardji, Sabtu (6/12).
Laga berlangsung ketat hingga gol tunggal Hendra Aji D pada menit ke-70 memaksa Laskar Banteng Wilis pulang tanpa angka.
Dukungan ratusan Madioensche Vokoid Brigade (MVB) Fans mewarnai pertandingan tersebut.
Babak pertama berjalan imbang, namun fokus PSM menurun memasuki menit-menit akhir sehingga membuka celah bagi lawan.
Pelatih Kepala PSM, Rudi Haryanto, menegaskan bahwa timnya kecolongan pada momen penting.
“Kami kehilangan konsentrasi dan lemah dalam penyelesaian akhir,” ujarnya seusai laga.
Rudi berjanji memperbaiki sejumlah kelemahan sebelum menghadapi FC Pare pada 10 Desember nanti.
“Kami akan membenahi kelemahan-kelemahan pertandingan pertama,” tegasnya.
Namun sorotan tidak hanya tertuju pada hasil pertandingan.
Usai laga, muncul laporan kerusakan fasilitas stadion berupa pembatas lapangan aluminium dan sejumlah banner yang sobek.
PSM melalui akun resminya mengecam tindakan tersebut serta mengimbau agar suporter tidak mengulanginya.
Klub bahkan mengeluarkan ancaman mundur dari kompetisi apabila insiden serupa terulang.
MVB Fans kemudian memberikan klarifikasi. Mereka menegaskan tidak ada niat merusak fasilitas stadion.
Material pembatas yang mudah patah disebut sebagai penyebab utama kerusakan.
Suporter juga mengaku mencoba memperbaiki kerusakan pada jeda babak pertama serta menyatakan kesediaan mengganti kerugian.
“Tidak ada unsur kesengajaan. Kami siap bertanggung jawab,” demikian pernyataan dari MVB Fans. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto