Jawa Pos Radar Madiun – Jadwal keberangkatan calon jemaah haji (CJH) Jawa Timur mulai tersusun.
Gelombang pertama dijadwalkan masuk Asrama Haji Surabaya pada 21–22 April 2026 sebelum terbang ke Madinah.
Namun, jadwal keberangkatan CJH Kota Madiun masih menunggu hasil qur’ah.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Madiun Datik Ardiyah menyatakan bahwa penetapan jadwal baru dilakukan setelah proses pengundian.
’’Jadi, untuk Kota Madiun belum tahu jadwal karena belum ada qur'ah,’’ ujarnya, Senin (8/12).
Saat ini, fokus pelayanan berada pada proses pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih).
CJH wajib lolos istitaah kesehatan sebelum melakukan pembayaran.
Status kelayakan dapat dicek melalui aplikasi Satu Haji sebelum pelunasan di bank.
Datik mengimbau CJH yang mengajukan penggabungan mahram segera melunasi Bipih.
Batas akhir pelunasan tahap pertama jatuh pada 23 Desember.
’’Setelah itu ada pengumuman, terus ada pelunasan untuk penggabungan mahram dan cadangan,’’ jelasnya.
Per Rabu (3/12) pukul 15.00, sebanyak 63 CJH tercatat sudah melunasi Bipih. Sementara 147 lainnya belum.
Sehari setelahnya, 169 jemaah dinyatakan lulus istitaah, sedangkan sebagian masih menunggu pengobatan atau pemeriksaan ulang.
Berdasarkan KMHU 6/2025, sejumlah penyakit membuat CJH tidak bisa lolos istitaah.
Di antaranya demensia, jantung akut dengan kemoterapi berulang, hingga TBC aktif.
Pemeriksaan kesehatan menjadi perhatian karena tiap tahun ada jemaah yang meninggal di Arab Saudi akibat penyakit bawaan.
’’Karena memang Indonesia istilahnya kayak diperingatkan oleh Kementerian Haji Arab Saudi,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto