Jawa Pos Radar Madiun – Pemerintah memastikan mata pelajaran Bahasa Inggris menjadi mapel wajib mulai kelas III SD/MI pada tahun ajaran 2027/2028.
Aturan tersebut tercantum dalam Permendikdasmen 13/2025, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi global pelajar Indonesia.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun Lismawati menyampaikan bahwa proses persiapan berjalan bertahap.
Mulai 2026, guru kelas akan mengikuti pelatihan pengajaran Bahasa Inggris dasar.
“Tidak ada pengadaan guru mapel khusus. Guru kelas akan dibekali kemampuan mengenalkan Bahasa Inggris dasar,” ujarnya, Senin (8/12).
Pelatihan mencakup pengenalan kosakata dasar, penyusunan kalimat sederhana, hingga percakapan ringan.
Pelatihan lanjutan disiapkan secara berkala agar kualitas pengajaran lebih konsisten.
Lismawati mengatakan bahwa sekolah-sekolah di Kota Madiun sebenarnya sudah lebih dulu membiasakan siswa dengan Bahasa Inggris.
Sejak beberapa bulan terakhir, seluruh SD di Kota Madiun menerapkan English Day setiap hari Rabu.
“Anak-anak sudah terbiasa mendengar dan mengucapkan kosakata sederhana,” jelasnya.
Kewajiban mapel Bahasa Inggris juga mendukung arah kebijakan pendidikan berbasis deep learning yang mengintegrasikan literasi digital dan kecerdasan buatan.
Dalam kurikulum anyar, coding dan artificial intelligence (AI) ditetapkan sebagai mata pelajaran opsional dan memungkinkan dikolaborasikan dengan bahasa asing.
Menurut Lismawati, kebijakan ini penting agar peserta didik mampu beradaptasi dengan dunia global tanpa meninggalkan identitas lokal.
“Pembiasaan yang ada membuat mereka tidak kaget. Semua berjalan natural,” tutupnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto