Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Pemkot Madiun Genjot Ekonomi Kreatif, Target 2029 Jadi Kota Kreatif Nasional

Hengky Ristanto • Selasa, 9 Desember 2025 | 22:36 WIB
Wawali F. Bagus Panuntun menegaskan pentingnya sinergi Kota dan Kabupaten Madiun untuk memperkuat ekonomi kreatif daerah.
Wawali F. Bagus Panuntun menegaskan pentingnya sinergi Kota dan Kabupaten Madiun untuk memperkuat ekonomi kreatif daerah.

Jawa Pos Radar Madiun – Penguatan sektor ekonomi kreatif menjadi salah satu agenda utama Kementerian Ekraf di Madiun.

Misalnya dengan rencana penerbitan rancangan perpres tentang rencana induk ekonomi kreatif tahun 2026–2025.

Wakil Wali Kota F. Bagus Panuntun menegaskan bahwa Kota dan Kabupaten Madiun tidak bisa dipisahkan dalam pengembangan ekosistem kreatif.

Secara geografis maupun demografis, keduanya saling terhubung.

’’Kabupaten dan Kota Madiun ini satu kesatuan. Maka komunikasi harus intens, terutama soal ekonomi kreatif,’’ ujarnya, Selasa (9/12).

Bagus menilai, Kota Madiun tidak memiliki sumber daya alam besar sehingga harus bertumpu pada sumber daya manusia.

Hal itu terbukti dari capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masuk tiga besar Jawa Timur, sejajar Surabaya dan Malang.

’’Dengan SDM kuat, kreativitas masyarakat pasti besar. Karena itu ekraf harus segera digenjot,’’ terangnya.

Akhir tahun ini, pemkot bersama pelaku kreatif menggelar event ekonomi kreatif di kawasan Pahlawan Street Center (PSC) bertepatan dengan malam pergantian tahun.

’’Itu gong awal ekonomi kreatif. Target 2029, Kota Madiun menjadi kota kreatif,’’ kata Bagus.

Bagus menambahkan, fokus pemkot saat ini adalah membangun ekosistem dan menyediakan ruang ekspresi.

Termasuk memfasilitasi pengurusan hak kekayaan intelektual (HKI) serta pembinaan melalui disbudparpora.

’’Yang terpenting adalah bagaimana pemerintah memberi ruang agar kreativitas itu tumbuh,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Bidang Keprotokolan dan Koordinasi, Panji Purboyo, menegaskan bahwa ekonomi kreatif kini menjadi mesin pertumbuhan ekonomi nasional.

Pemisahan Kementerian Ekonomi Kreatif dari pariwisata menunjukkan keseriusan pemerintah pusat memperkuat subsektor kreatif hingga ke daerah.

Tercatat, ada 17 subsektor ekraf yang harus disosialisasikan dan diperkuat, disertai akses pendanaan serta dukungan promosi dari pusat.

’’Ekonomi kreatif ini mesin baru pertumbuhan ekonomi tanpa harus menaikkan pajak daerah,’’ tegasnya.

Di samping itu, Indonesia dinilai memiliki modal budaya kuat yang menjadi fondasi kreativitas.

Sehingga, menurut Panji, saat sumber daya alam makin terbatas, kreativitas menjadi keunggulan utama.

’’Akar budaya kita besar. Kalau budaya kuat, ekonomi juga kuat,’’ katanya.

Dari sisi legislatif, Anggota DPRD Kota Madiun Ganet Ringga Vabella menegaskan bahwa dewan memiliki peran strategis dalam memastikan kebijakan ekraf berjalan optimal.

Legislasi di kota ini sudah kuat melalui Perda 11/2024 tentang Ekonomi Kreatif.

Bahkan, anggaran program tersebut juga telah masuk dalam RPJMD.

’’Yang kami awasi adalah indikator capaian program ekraf Pemkot Madiun,’’ ujar politisi Partai Demokrat tersebut.

Ganet menilai sektor kreatif sangat penting karena Kota Madiun tidak memiliki SDA besar. Kreativitas dan kualitas SDM menjadi modal utama.

’’Harapannya ekonomi kreatif menjadi jantung ekonomi Kota Madiun,’’ pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#ekonomi kreatif madiun #HKI pelaku kreatif #kota madiun #PSC #F Bagus Panuntun #dprd kota madiun #kebangkitan ekraf #kota kreatif 2029 #ekraf Jawa Timur #Panji Purboyo