Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Dindik–Kejaksaan Kota Madiun Ajak Ribuan Siswa Berani Jujur Sejak Dini

Hengky Ristanto • Rabu, 10 Desember 2025 | 12:30 WIB
Kejari dan Dindik Kota Madiun memberikan edukasi antikorupsi kepada siswa SMP dalam rangka peringatan Hakordia 2025. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Kejari dan Dindik Kota Madiun memberikan edukasi antikorupsi kepada siswa SMP dalam rangka peringatan Hakordia 2025. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 di Kota Madiun tahun ini dikemas lebih edukatif.

Dinas Pendidikan (Dindik) menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun untuk memberikan materi antikorupsi kepada siswa SMP negeri dan swasta.

Tujuannya menanamkan integritas sejak usia sekolah, sebelum para pelajar itu kelak menjadi pemimpin masa depan.

Kadindik Kota Madiun Lismawati menegaskan bahwa pendidikan antikorupsi tidak boleh berhenti pada teori.

Pembiasaan dan keteladanan menjadi kunci agar siswa memahami nilai-nilai integritas dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Anak-anak ini nanti penerus kita. Maka sejak dini harus diberikan landasan kuat terkait antikorupsi,” ujarnya.

Lismawati menjelaskan, praktik sederhana seperti kejujuran saat membeli makanan di kantin bisa menjadi latihan karakter yang efektif.

“Ketika anak mengambil sendiri jajanan, di situ terlihat bagaimana kejujuran dilatih. Itu bagian dari pendidikan antikorupsi,” jelasnya.

Selain pembiasaan, aktivitas ekstrakurikuler seperti kepramukaan disebut mampu membentuk disiplin, tanggung jawab, hingga manajemen waktu—semua bagian dari perilaku antikorupsi.

Dindik memastikan integrasi nilai tersebut dilakukan melalui pembelajaran, keteladanan guru, serta budaya sekolah.

“Harapannya nilai antikorupsi menjadi kebiasaan, bukan sekadar materi pelajaran,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasubsi II Intelijen Kejari Kota Madiun Asep Maulana menekankan bahwa edukasi Hakordia tidak sebatas pembagian stiker atau atribut.

Tahun ini, kegiatan lebih diarahkan pada pembelajaran hukum dan aktivitas interaktif seperti kuis serta cerdas cermat.

“Setiap tahun selalu ada kegiatan pembelajaran. Tidak hanya pembagian stiker atau baju,” ujarnya.

Tujuan utama pendekatan tersebut adalah memastikan generasi muda benar-benar memahami apa itu korupsi sehingga tidak memiliki keinginan untuk melakukannya.

“Kami ingin generasi muda mengenal apa itu korupsi, sehingga dalam pikirannya tidak pernah terlintas untuk melakukannya,” terangnya.

Asep menegaskan, nilai antikorupsi harus mengakar sejak kecil.

“Nilai antikorupsi harus ada dalam hati mereka. Tidak hanya ucapan,” tegasnya.

Melalui kolaborasi Dindik dan kejaksaan, Kota Madiun berharap lahir generasi pelajar yang berintegritas, kritis, serta mampu menjauhkan diri dari perilaku koruptif.

“Harapan kami, sejak kecil mereka paham korupsi tidak boleh dilakukan dalam kondisi apa pun,” pungkas Asep. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#karakter jujur #kota madiun #kejaksaan negeri kota madiun #pencegahan korupsi sejak dini #pendidikan integritas #cerdas cermat antikorupsi #edukasi hukum pelajar #smp kota madiun #antikorupsi siswa #hakordia 2025 #Dindik Kota Madiun