Jawa Pos Radar Madiun – Harga cabai rawit di Kota Madiun kembali membuat warga kelabakan.
Hingga 9 Desember, harga komoditas ini menyentuh Rp 93.750 per kilogram, padahal empat hari sebelumnya masih berada di kisaran Rp 89.250–90.500.
Lonjakan cepat ini memicu gejolak pasar menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Wakil Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menegaskan pemkot tidak tinggal diam.
Pemerintah akan turun langsung ke pasar-pasar dan menyiapkan langkah intervensi agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
’’Pemkot akan bantu subsidi, termasuk dari sisi transportasi bila diperlukan,’’ ujar Bagus, Rabu (10/12).
Menurutnya, kenaikan harga cabai menjelang akhir tahun merupakan pola yang berulang.
Permintaan melonjak tajam karena kebutuhan konsumsi naik, termasuk program pemerintah pusat yang turut menyerap cabai dalam jumlah besar.
’’Secara ilmu ekonomi, permintaan naik itu pasti mengangkat harga,’’ jelasnya.
Tidak hanya cabai, sejumlah bahan pokok lain juga menunjukkan kenaikan signifikan.
Harga telur ayam ras naik dari Rp 28 ribu menjadi Rp 30 ribu per kilogram sepanjang 3–9 Desember.
Bawang merah bergerak dari Rp 48.500 menjadi Rp 56.250 per kilogram.
Bahkan beras juga diprediksi berpotensi naik mengikuti pola inflasi akhir tahun.
Lonjakan harga ini dikhawatirkan memicu inflasi Desember, mengingat sejumlah komoditas tersebut memiliki bobot besar dalam pengeluaran rumah tangga.
Karena itu, Bagus mengimbau warga untuk lebih bijak dalam berbelanja.
’’Belanjalah secukupnya. Pemkot pasti hadir untuk menstabilkan harga,’’ tegas politisi PSI tersebut. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto