Jawa Pos Radar Madiun - Menjelang akhir tahun 2025, pasokan dan distribusi BBM di wilayah Madiun Raya terus berjalan lancar.
Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, mengungkapkan bahwa situasi distribusi BBM saat ini aman dan terkendali.
"Distribusi BBM untuk wilayah Madiun Raya dalam kondisi aman dan berjalan lancar hingga mendekati akhir tahun," ujarnya.
Hingga November 2025, realisasi penyaluran produk subsidi di Madiun Raya tercatat cukup baik.
Produk Solar subsidi mencapai 80% dari kuota yang ditetapkan, sementara Pertalite telah mencapai 74%.
Namun, dengan mendekatnya periode libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026, diperkirakan akan ada lonjakan permintaan yang cukup signifikan.
Pihak Pertamina memproyeksikan bahwa konsumsi BBM di Madiun Raya akan naik sekitar 13% dibandingkan dengan rata-rata konsumsi normal.
Lonjakan ini dipicu oleh peningkatan mobilitas masyarakat, perjalanan, dan kegiatan wisata selama periode libur panjang.
Menurut Ahad Rahedi, konsumsi BBM di wilayah ini diperkirakan akan mengalami kenaikan atau tetap stabil dibandingkan dengan tahun 2025.
"Proyeksi konsumsi BBM di Madiun Raya pada 2026 akan terus meningkat atau stabil. Lonjakan konsumsi masih akan terjadi saat liburan, wisata, atau mudik," terang Rahedi.
Namun, ia juga menekankan bahwa perubahan kebijakan energi atau pergeseran perilaku konsumen bisa mempengaruhi proyeksi jangka menengah untuk tahun depan.
"Perubahan dalam kebijakan energi atau kebiasaan pengguna bisa saja mengubah proyeksi konsumsi BBM di masa depan," tambahnya.
Kuota BBM 2026: Solar dan Pertalite Akan Ditambah!
Seiring dengan proyeksi kenaikan konsumsi BBM, Pertamina juga tengah mengusulkan penambahan kuota BBM subsidi untuk tahun 2026.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, peningkatan kuota akan difokuskan pada dua jenis BBM, yaitu Solar subsidi dan Pertalite.
"Untuk tahun 2026, kami telah mengusulkan penambahan kuota BBM subsidi, terutama Solar subsidi dan Pertalite yang tetap menjadi pilihan utama masyarakat," jelasnya. (*)
Editor : Mizan Ahsani