Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Cegah ASN Terjerat Narkoba, Wawali Kota Madiun Usulkan Tes Urine Tahun Depan

Hengky Ristanto • Jumat, 12 Desember 2025 | 12:30 WIB
Wawali Kota Madiun F. Bagus Panuntun meminta pengawasan ASN diperketat pasca kasus narkotika yang menjerat oknum pegawai pemkot. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Wawali Kota Madiun F. Bagus Panuntun meminta pengawasan ASN diperketat pasca kasus narkotika yang menjerat oknum pegawai pemkot. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Kasus narkotika yang sempat menyeret oknum ASN Pemkot Madiun menjadi pengingat keras bagi seluruh pegawai.

Wakil Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menegaskan perlunya pengawasan berlapis sekaligus edukasi intensif untuk mencegah ASN terjerumus penyalahgunaan narkoba.

“Kasus itu tentu sangat penting sebagai pengingat di internal pemkot agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujar Bagus seusai menghadiri sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba di Gedung Diklat, kemarin (11/12).

Sebagai langkah konkret, Bagus mengusulkan tes urine massal bagi ASN mulai 2026.

Menurutnya, pemeriksaan ini penting untuk memastikan pegawai tetap berada dalam koridor integritas.

“Tahun 2026 kami akan melakukan tes urin dan lain-lain untuk mengecek teman-teman,” paparnya.

Namun Bagus menegaskan bahwa edukasi jauh lebih penting dibanding sekadar sanksi.

“Yang lebih penting adalah penekanan dampak kalau menggunakan narkoba. Itu yang harus terus disosialisasikan,” imbuhnya.

Bagus juga menyinggung belum adanya Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota (BNNK) di Madiun.

Selama ini, koordinasi penanganan narkoba masih bergabung dengan wilayah Nganjuk.

Meski begitu, menurutnya pembentukan BNNK bukan kebutuhan mendesak.

“Adanya BNNK nanti akan kami ikuti dalam artian seberapa perlu badan itu dibentuk di Madiun,” jelasnya.

Untuk sementara, pemkot mengandalkan tim P4GN yang berada di bawah koordinasi wali kota.

Kondisi Madiun yang dinilai relatif aman juga membuat pembentukan badan baru masih dalam kajian.

Bagus menegaskan bahwa pembangunan Kota Madiun yang pesat tidak boleh terciderai oleh kasus narkoba, baik di kalangan ASN maupun masyarakat umum, terutama generasi muda.

“Perkembangan Kota Madiun ini luar biasa. Jangan sampai rusak hanya karena 1–2 pengguna yang akhirnya berdampak pada masyarakat yang jumlahnya ratusan ribu,” tegasnya.

Ia kembali mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkoba dapat menghancurkan masa depan anak muda.

“Jangan sampai hanya karena kenikmatan sesaat merusak masa depannya selamanya,” pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#BNNK Madiun #narkoba ASN #Tes Urine ASN #P4GN #asn madiun #pencegahan narkoba #F Bagus Panuntun #madiun #Pemkot Madiun