Jawa Pos Radar Madiun - Langkah PSM Madiun di Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur 2025 terhenti.
Kekalahan 1-2 dari Nganjuk Ladang FC membuat PSM dipastikan gagal lolos ke babak 32 besar.
Laga terakhir Grup A itu berlangsung di Stadion Gelora Bung Sumardji, Nganjuk, Sabtu (13/12).
Pelatih Kepala PSM Madiun Rudi Haryono menilai performa timnya sejak awal tidak berjalan sesuai rencana.
Kondisi perangkat pertandingan yang dinilai heboh disebut memengaruhi mental pemain.
PSM kebobolan cepat pada babak pertama.
Gawang tim Kota Pendekar dijebol Shodik Achmad Fatoni pada menit ke-2.
Memasuki babak kedua, Nganjuk Ladang FC kembali menambah gol melalui Naufal Javier Hidayat pada menit ke-48.
PSM sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol Muhammad Arsy Syakaril Zulmy pada menit ke-55.
Namun hingga laga berakhir, termasuk tambahan waktu delapan menit, skor tidak berubah.
“Setelah ini kami bubar karena tidak lolos ke babak 32 besar. Kami di Grup A, pertandingan ini terakhir,” ujar Rudi.
Meski finis di peringkat ketiga Grup A, PSM tetap gagal melaju.
Rudi pun menyampaikan permohonan maaf kepada suporter dan masyarakat Madiun karena belum mampu memenuhi ekspektasi.
Terpisah, Manajer PSM Madiun Andi Kurniawan menilai pertandingan berlangsung tidak kondusif.
Ia menyebut banyak pelanggaran dan kejadian yang tidak diinginkan, termasuk kepemimpinan wasit yang dinilai tidak netral.
Andi mengungkapkan terjadi kisruh di tengah pertandingan.
Menurutnya, emosi penonton memuncak karena keputusan wasit dan kurang sigapnya panitia pelaksana.
Penonton dari tuan rumah disebut masuk ke lapangan, sementara suporter Madiun tetap tertib.
“Penonton kami aman. Teman-teman Madiun baik semua, tidak ada yang ribut dan tidak masuk lapangan. Tapi dari penonton Nganjuk masuk lapangan tadi,” ucapnya.
Andi menyebut pihak manajemen akan berkoordinasi untuk menentukan langkah lanjutan.
Termasuk kemungkinan membuat laporan ke kepolisian terkait dugaan insiden pemukulan terhadap pemain PSM.
Ia menyebut dua pemain menjadi korban, yakni kapten tim Eko Tri dan kiper Ichwan Chasan, yang mengalami luka.
“Kami coba koordinasi dulu sama manajemen apa perlu buat laporan apa tidak. Karena ini kan sangat merugikan,” imbuhnya.
Meski demikian, Andi mengapresiasi sikap suporter PSM yang dinilai tetap tertib.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena tim belum mampu memberikan hasil terbaik, seraya berjanji akan mencoba bangkit pada musim berikutnya.
“Kami tidak putus semangat. Tahun depan akan kami coba lagi untuk membawa prestasi bagi Kota Madiun,” tandasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto