Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Pemkot Madiun Ajukan Pembangunan Rusun Baru ke Pusat, 67 KK Masuk Daftar Tunggu

Erlita H • Senin, 15 Desember 2025 | 21:00 WIB
Pemkot Madiun mengajukan pembangunan rusun keempat ke Kementerian PKP. BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN
Pemkot Madiun mengajukan pembangunan rusun keempat ke Kementerian PKP. BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Kebutuhan hunian sewa bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kota Madiun terus meningkat.

Tingginya minat tersebut terlihat dari antrean calon penghuni rumah susun sewa (rusunawa) yang saat ini telah masuk daftar tunggu.

Berdasarkan data Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun, dari total 160 unit hunian yang tersebar di tiga rusunawa, sebanyak 137 unit telah ditempati.

Rinciannya, rusun pertama dihuni 60 unit atau 185 jiwa, rusun kedua 38 unit atau 136 jiwa, dan rusun ketiga 39 unit atau 132 jiwa.

Sementara sisanya masih kosong karena dalam tahap perbaikan, disiapkan sebagai cadangan, serta untuk kondisi darurat.

Melihat kondisi tersebut, Pemkot Madiun tengah mematangkan pengajuan pembangunan rusun keempat ke Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Dalam skema tersebut, pemkot akan menyiapkan lahan, sedangkan pembangunan fisik diharapkan dibiayai pemerintah pusat.

Wali Kota Madiun Maidi mengatakan, rusunawa diperuntukkan bagi warga yang masuk kategori desil 1 hingga 5.

Selain hunian, pemkot juga menyiapkan fasilitas pendukung agar kawasan rusun nyaman dan produktif.

’’Pembuatan kami ajukan tetapi lingkungan harus bagus dulu,” ujarnya, Senin (15/12).

Maidi menambahkan, pemkot berencana membangun jogging track di sekitar rusunawa untuk menunjang kebugaran penghuni.

Selain itu, di sisi utara kawasan juga akan disiapkan pasar loak sebagai penggerak ekonomi warga.

’’Pembangunan dilakukan sekaligus untuk memberdayakan masyarakat sekitar,’’ katanya.

Sementara itu, Kepala Disperkim Kota Madiun Jemakir menyampaikan, pengajuan rusun keempat telah diinput dalam aplikasi Kementerian PKP melalui Sistem Informasi Bantuan Perumahan (SIBARU).

Ia menjelaskan, rencana pembangunan rusun di Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan/Kecamatan Manguharjo, telah masuk dalam program strategis nasional.

Dengan demikian, pembangunan tersebut telah mendapat persetujuan dari Kementerian PKP dan tinggal menunggu kesiapan pelaksanaan dari Pemkot Madiun.

’’Kami sudah menyiapkan lahan siap bangun, kemudian kami sudah proses mengurus terkait dengan status tanahnya menjadi hunian,’’ ucapnya.

Rusun keempat direncanakan dibangun di sebelah selatan rusun Hayam Wuruk yang sudah ada, dengan luas lahan sekitar 15 ribu meter persegi.

Lahan tersebut masih memungkinkan untuk pembangunan dua rusunawa serta dilengkapi ruang terbuka publik dan sarana olahraga seperti jogging track.

Pemkot Madiun mengajukan anggaran pembangunan sebesar Rp 28 miliar dengan kapasitas 66 unit hunian dan empat lantai, serupa dengan rusun ketiga.

’’Saat ini, daftar tunggu warga yang ingin menempati rusun mencapai 67 kepala keluarga dari kelompok MBR dan bersifat nonkomersial,’’ ungkap Jemakir.

Ia menambahkan, pendataan ulang calon penghuni akan dilakukan karena minat masyarakat cukup tinggi.

Bahkan, dengan tambahan satu rusunawa, kebutuhan hunian masih belum sepenuhnya terpenuhi.

Backlog perumahan di Kota Madiun tercatat mencapai 860 orang yang belum memiliki rumah.

’’Nanti tergantung kementerian karena kami menunggu dari kementerian. Anggaran dari APBN, Insya Allah, pada 2026 mungkin bisa launching lah,’’ katanya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#rusunawa madiun #hunian murah #disperkim madiun #perumahan mbr #madiun #Kementerian PKP #Pemkot Madiun