Jawa Pos Radar Madiun – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun mulai menyiapkan langkah konkret menuju target zero waste 2027.
Salah satu kebijakan yang akan diterapkan yakni kewajiban pengelolaan sampah secara mandiri di seluruh pasar tradisional mulai 2026.
Kepala Disdag Kota Madiun Harum Kusumawati menegaskan, pengelolaan sampah pasar akan menjadi tanggung jawab penuh pengelola pasar.
Sementara sampah yang dihasilkan masyarakat di sekitar kawasan pasar tetap menjadi tanggung jawab masing-masing RT.
’’Jadi, pasar mengelola khusus sampah pasar. Sedangkan pasar tidak mengelola sampah yang dihasilkan oleh masyarakat tapi sampah khusus di dalam pasar,’’ ujarnya, Senin (15/12).
Menurut Harum, kebijakan tersebut diterapkan agar sampah pasar tidak lagi dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo.
Terlebih, TPA tersebut direncanakan ditutup pada 2027.
Karena itu, Disdag mulai mengarahkan seluruh program pengelolaan sampah pasar agar berjalan secara mandiri dan berkelanjutan.
Sebagai langkah awal, Disdag Kota Madiun telah merintis sejumlah inovasi pengolahan sampah di pasar.
Di antaranya pengembangan budidaya magot di Pasar Besar Madiun (PBM), pembangunan rumah botol dari limbah plastik, hingga budidaya ikan lele yang memanfaatkan sisa makanan dari warung-warung di dalam pasar.
’’Nah, ini kami sudah mulai mengembangkan,’’ terangnya.
Selain fokus pada pengelolaan sampah, Disdag juga tetap melanjutkan penertiban administrasi retribusi kios pasar.
Harum menilai, ketertiban administrasi akan berdampak pada keteraturan pedagang sekaligus meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Ke depan, pasar tradisional diharapkan semakin tertata, maju, dan ramai.
Ia juga mengimbau masyarakat di sekitar pasar agar bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.
Pemkot Madiun, kata Harum, telah memberikan dukungan pengelolaan kebersihan hingga tingkat RT.
Sementara itu, para pedagang pasar diminta tidak membuang sampah sembarangan serta turut membantu proses pemilahan sejak awal.
’’Jadi nanti masuk ke TPS-nya di pasar itu sudah keadaan kondisi sampah terpilah,’’ kata mantan Kepala DPMPTSP tersebut.
Di sisi lain, Wali Kota Madiun Maidi menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan program khusus untuk meramaikan pasar tradisional.
Namun, program tersebut belum dijalankan karena masih menunggu penyelesaian administrasi.
’’Saya punya tiga jurus dan saya yakin pasti ramai. Jurus itu belum saya keluarkan. Ditunggu saja,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto