Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Harga Terus Naik, Investasi Emas Jadi Primadona Kaum Milenial Madiun

Erlita H • Selasa, 16 Desember 2025 | 02:00 WIB
Investasi emas kini menjadi tren yang kian diminati generasi milenial di Madiun seiring kenaikan harga dan anggapan sebagai instrumen investasi jangka panjang yang aman. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Investasi emas kini menjadi tren yang kian diminati generasi milenial di Madiun seiring kenaikan harga dan anggapan sebagai instrumen investasi jangka panjang yang aman. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Fenomena fear of missing out (FOMO) investasi emas makin terasa sepanjang 2025.

Menariknya, tren ini didominasi generasi muda, khususnya milenial usia 20–35 tahun yang kian sadar pentingnya menempatkan dana pada instrumen investasi yang relatif aman.

Asisten Manajer I Pegadaian Area Madiun Lutfi Wihanarko menyebut, mayoritas nasabah baru Pegadaian berasal dari kalangan usia muda.

Bahkan, sekitar 60 persen nasabah yang mulai berinvestasi emas merupakan generasi milenial.

’’Ini karena awareness yang kami bangun. Tahun-tahun sebelumnya kami gencar melakukan sosialisasi ke lembaga-lembaga pendidikan untuk memberikan gambaran dan informasi soal emas,’’ ujarnya.

Selain meningkatnya minat, harga emas juga mencatat lonjakan signifikan.

Dalam setahun terakhir, harga emas naik hingga 100 persen.

Jika tahun lalu masih berada di kisaran Rp 1,2 juta–Rp 1,3 juta per gram, kini harga emas telah menembus Rp 2,5 juta per gram berdasarkan data Pegadaian Cabang Madiun per Selasa (10/12).

Lutfi menjelaskan, kenaikan harga mulai terasa sejak April dan kembali merangkak pada Oktober.

Setelah sempat stagnan di kisaran Rp 2,3 juta–Rp 2,4 juta per gram, harga emas kembali terdongkrak oleh berbagai faktor global.

’’Kenaikan ini dipicu konflik global, perang dagang, dan kondisi ekonomi dunia. Selain itu, sempat terjadi kelangkaan stok di beberapa perusahaan emas,’’ jelasnya.

Meski demikian, Pegadaian memastikan ketersediaan emas tetap terjaga.

Hal itu ditopang oleh anak perusahaan Pegadaian, Galeri 24, yang memproduksi emas secara mandiri.

’’Alhamdulillah, kami bisa memproduksi sendiri. Hanya saja karena permintaan sangat tinggi, ada keterlambatan produksi,’’ ungkapnya.

Ia mengakui, pada puncak permintaan, produksi Galeri 24 belum sepenuhnya mampu mengimbangi lonjakan kebutuhan masyarakat.

Namun secara umum, stok emas masih dalam kondisi aman.

Lutfi menambahkan, rata-rata pembelian emas di wilayah kerja Pegadaian Cabang Madiun mencapai 1–1,5 kilogram per hari.

Saat harga emas naik, permintaan justru cenderung ikut meningkat.

Saat ini, penyaluran emas relatif stabil di angka sekitar 800 gram per hari, belum termasuk penjualan melalui kanal digital dan aplikasi Pegadaian.

Meski tren FOMO emas kian menguat, Pegadaian mengimbau masyarakat agar tetap bersikap rasional.

Menurut Lutfi, emas bukan instrumen simpanan jangka pendek, melainkan investasi jangka panjang.

’’Menyimpan emas itu kami sarankan memang untuk jangka panjang,’’ katanya.

Ia optimistis harga emas masih berpeluang terus naik.

Secara historis, harga emas cenderung meningkat seiring menipisnya cadangan emas dunia.

’’Harga yang hari ini kita anggap mahal, ke depan justru bisa menjadi harga yang kita rindukan. Secara prinsip ekonomi, emas itu nilainya akan terus naik,’’ tandasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#Pegadaian Madiun #Galeri 24 #Milenial Madiun #madiun #FOMO investasi #harga emas #investasi emas