Jawa Pos Radar Madiun – Ketersediaan bahan pokok di Kota Madiun menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 menjadi perhatian serius pemerintah kota.
Antisipasi dilakukan melalui koordinasi lintas instansi guna menjaga distribusi dan stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.
Kepala Bagian Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Madiun Danang Novianto mengatakan, pemkot telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi vertikal.
Di antaranya Bulog, Pusat Perdagangan Indonesia (PPI), BUMD, hingga perusahaan gula.
’’Kami harus kolaborasikan supaya barang pokok seperti beras, kemudian minyak dan kebutuhan masyarakat ini tetap ada,’’ ujarnya, Rabu (17/12).
Menurut Danang, koordinasi tersebut penting untuk memastikan distribusi stok bahan pangan berjalan lancar serta mencegah terjadinya panic buying di tengah masyarakat.
Dia menjelaskan, pengalaman Desember tahun-tahun sebelumnya menunjukkan beberapa komoditas rawan mengalami lonjakan permintaan.
Salah satunya telur, yang kerap menjadi kebutuhan utama masyarakat selama libur panjang Nataru.
’’Kami berupaya tidak ada lonjakan harga. Maksudnya distribusi yang ada di Kota Madiun harus kami galakkan supaya tetap lancar dan terkendali. Intinya seperti itu kalau untuk yang telur,’’ ucap mantan Camat Manguharjo tersebut.
Selain menjaga distribusi, Pemkot Madiun juga memperkuat kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU) dengan Bulog, PPI, serta sejumlah produsen pangan.
Kerja sama tersebut mencakup pemenuhan pasokan bawang merah dari Kabupaten Nganjuk, hingga sayuran dari petani Sarangan, Magetan.
Danang menegaskan, langkah tersebut diambil agar kebutuhan pokok masyarakat tetap tercukupi dengan harga yang terjangkau selama periode libur akhir tahun.
Dia juga mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak.
’’Jangan selalu membeli barang yang tidak dibutuhkan, tapi belilah barang yang benar-benar dibutuhkan dan dikonsumsi,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto