Jawa Pos Radar Madiun – Aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Madiun dilarang bepergian ke luar daerah sekaligus tidak diperkenankan mengambil cuti selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Seluruh ASN diminta tetap berada di Kota Madiun dan siaga penuh untuk melayani masyarakat selama libur akhir tahun.
Wali Kota Madiun Maidi menegaskan, kebijakan tersebut diterapkan untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat serta kunjungan wisatawan saat momen Nataru.
ASN diwajibkan standby dan tidak boleh mengajukan cuti.
’’Ini jelang Nataru. ASN semuanya standby. Tidak ada yang cuti. ASN harus melayani masyarakat, bukan dilayani,’’ tegas Maidi.
Menurut Maidi, Kota Madiun kini berkembang sebagai salah satu destinasi wisata, sehingga kesiapsiagaan aparatur pemerintah menjadi kebutuhan mutlak.
ASN diminta tetap responsif meskipun berada di luar jam kerja formal.
’’ASN harus siap. Ada di kantor, ada di rumah, tapi HP tidak boleh dimatikan. Kota kita ini kota wisata, maka pelayanannya juga harus siap setiap saat,’’ ujarnya.
Selain kesiapan aparatur, Maidi juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga pangan menjelang dan selama Nataru.
Pemkot Madiun, kata dia, terus melakukan intervensi pengendalian inflasi melalui berbagai program.
’’Harga pangan Insya Allah aman. Kami operasi terus. E-warung tekan inflasi kami buka, Koperasi Merah Putih juga buka semuanya,’’ jelasnya.
Maidi optimistis kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi tanpa gejolak harga.
Pemkot telah menyiapkan langkah antisipatif agar distribusi dan ketersediaan bahan pangan berjalan lancar selama libur panjang akhir tahun.
’’Masalah kebutuhan pokok masyarakat tidak usah khawatir. Tidak akan ada gejolak. Kebutuhan pokok saya jamin aman untuk Kota Madiun,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto