Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Manfaatkan Lahan Tidur, Wali Kota Madiun Siapkan TPS 3R dan Ketahanan Pangan

Erlita H • Kamis, 18 Desember 2025 | 15:00 WIB
Kota Madiun Maidi gowes bersama kepala OPD saat meninjau langsung progres sekaligus rencana pembangunan TPS 3R, Rabu (17/12). BAGAS BIMANTARA/JAWA RADAR MADIUN
Kota Madiun Maidi gowes bersama kepala OPD saat meninjau langsung progres sekaligus rencana pembangunan TPS 3R, Rabu (17/12). BAGAS BIMANTARA/JAWA RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Progres pembangunan dan pengelolaan kota ditinjau langsung Wali Kota Madiun Maidi, kemarin (17/12).

Pengecekan dilakukan dengan bersepeda (gowes), diawali dari kawasan Taman Bantaran, kemudian berlanjut ke Pasar Spoor.

Di pasar tradisional tersebut, Maidi mendengarkan langsung keluhan pedagang, khususnya terkait retribusi.

Salah satunya disampaikan Wehanda, pedagang ubi Cilembu yang telah berjualan selama 13 tahun.

Sebelumnya, Wehanda harus membayar retribusi hingga Rp 15 juta per tahun kepada pihak ketiga.

Setelah penertiban oleh Pemkot Madiun, beban retribusi kini turun signifikan menjadi Rp 2.250.000 per tahun.

Rombongan kemudian bergerak menuju terminal kargo.

Di lokasi itu, Maidi berdialog dengan para sopir dan pekerja kargo.

Ia menyoroti masih banyaknya aset milik pemerintah yang belum dimanfaatkan secara optimal, termasuk eks Terminal Purboyo di sisi timur Kota Madiun.

’’Tempat kosong yang ditelantarkan ini merugikan. Rencananya pada 2026 dijadikan lokasi pemilahan sampah sekaligus menggerakkan warga untuk dibersihkan,’’ ujarnya.

Menurut Maidi, gowes menjadi sarana efektif untuk memetakan langsung persoalan kota, mulai dari kondisi pepohonan, saluran air, hingga persoalan sampah.

Langkah ini sekaligus untuk mendorong kesadaran bersama menuju target zero waste 2027.

Peninjauan dilanjutkan ke area belakang Taman Hutan Kota Madiun dengan luas sekitar 6–7 hektare yang saat ini berupa lahan sawah.

Lahan tersebut direncanakan dikembangkan menjadi kawasan ketahanan pangan terpadu.

Pemkot Madiun akan mengembangkan hutan sukun, ubi, tanaman pengganti padi, area persawahan, peternakan lele, hingga Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) sesuai arahan Kementerian Lingkungan Hidup.

’’Di sela TPS 3R bisa dimanfaatkan untuk sawah dan ternak lele sebagai penguat ketahanan pangan,’’ terang Maidi.

Selain itu, kawasan Taman Hutan Kota juga disiapkan sebagai ruang edukasi.

Salah satu konsep yang digagas, pengunjung—khususnya anak-anak—dapat masuk gratis dengan membawa sampah dari rumah.

’’Sampahnya nanti dimanfaatkan untuk pakan lele, bebek, hingga kelinci,’’ imbuhnya.

Maidi menegaskan, seluruh lahan milik pemerintah yang masih kosong akan dioptimalkan sebagai pusat pengolahan sampah terpadu.

Pemkot Madiun menargetkan persoalan sampah dapat dituntaskan pada 2027, lebih cepat dari target nasional 2029.

’’Insya Allah 2027 selesai. Seluruh fasilitas pemerintah akan kami optimalkan ke sana,’’ pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#ketahanan pangan #Maidi #pengelolaan sampah #kota madiun #TPS 3R #aset pemkot #Zero waste 2027