Jawa Pos Radar Madiun – Kesiapsiagaan menghadapi angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) yang bertepatan dengan libur sekolah diperkuat PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun.
Masa libur sekolah sendiri berlangsung mulai 22 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Vice President KAI Daop 7 Madiun Ali Afandi mengatakan, mitigasi risiko telah dilakukan di sejumlah titik rawan.
Baik di wilayah Daop 7 Madiun maupun melalui koordinasi lintas daerah operasi lainnya.
’’Untuk Daop 7 Madiun, fokus mitigasi kami di jalur Saradan serta seluruh jembatan di atas sungai besar,’’ ujarnya, Kamis (18/12).
Menurut Ali, langkah antisipasi diperkuat setelah KAI berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta para pemangku kepentingan terkait.
Hasil koordinasi tersebut memprediksi periode November 2025 hingga Januari 2026 berpotensi mengalami cuaca ekstrem dengan perubahan yang cepat.
’’Kondisi cuaca ini menjadi perhatian utama kami,’’ jelasnya.
Untuk menjaga keselamatan perjalanan kereta api, KAI Daop 7 Madiun menyiagakan sebanyak 642 personel lintas guna mengamankan daerah rawan.
Selain itu, terdapat 39 perlintasan sebidang yang hingga kini belum dijaga petugas tetap.
Khusus selama masa angkutan Nataru, KAI Daop 7 Madiun menyiapkan tambahan 117 personel sebagai petugas penjaga perlintasan jalan (PJL) ekstra di 39 perlintasan tersebut.
’’Selama Nataru, seluruh perlintasan resmi yang belum terjaga kami amankan dengan petugas tambahan,’’ tegas Ali.
Dari sisi operasional perjalanan, Ali menyebut terdapat delapan kereta api tambahan yang melintas di wilayah Daop 7 Madiun.
Selain itu, KAI juga mengoperasikan satu kereta tambahan, yakni KA Brantas Tambahan yang berangkat dari Stasiun Blitar.
’’Total KA yang melintas dan berangkat dari wilayah Daop 7 sebanyak 86 perjalanan,’’ terangnya.
Ali memprediksi volume penumpang selama periode Nataru meningkat sekitar 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Puncak arus penumpang diperkirakan terjadi pada Minggu (28/12).
’’Pada puncak arus, kami perkirakan memberangkatkan sekitar 11.000 penumpang dalam satu hari,’’ kata Ali.
Selama masa angkutan Nataru yang berlangsung selama 18 hari, KAI Daop 7 Madiun memproyeksikan total penumpang yang diberangkatkan mencapai sekitar 82.000 orang.
’’Kami pastikan seluruh aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan berjalan optimal selama libur Nataru,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto