Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Jelang Nataru, RSUD Kota Madiun Tambah Dokter dan Perawat di IGD

Hengky Ristanto • Jumat, 19 Desember 2025 | 16:30 WIB
RSUD Kota Madiun memastikan kesiapsiagaan layanan kesehatan jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dengan menambah tenaga medis di IGD. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
RSUD Kota Madiun memastikan kesiapsiagaan layanan kesehatan jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dengan menambah tenaga medis di IGD. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – RSUD Kota Madiun memperkuat layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Penguatan dilakukan untuk mengantisipasi potensi lonjakan pasien gawat darurat selama libur panjang.

Direktur Utama RSUD Kota Madiun dr. Muhammad Nur, Sp.OG menegaskan, pelayanan kesehatan sejatinya siaga 24 jam setiap hari.

Namun, pada momen Nataru, penguatan difokuskan pada IGD sebagai pintu masuk utama pasien emergensi.

“Yang kami perkuat adalah IGD. Antisipasi kalau pasien datang bersamaan,” ujarnya, kemarin (18/12).

Penguatan dilakukan dengan penambahan tenaga medis pada setiap shift.

Jika sebelumnya dua dokter berjaga, saat Nataru menjadi tiga dokter per shift, ditambah tiga perawat.

Dokter lain juga disiagakan sebagai cadangan.

“Dokter lain tetap standby sebagai cadangan,” jelasnya.

Selain tenaga medis, RSUD Kota Madiun juga menyiapkan tambahan tempat tidur di ruang rawat inap.

Penyiapan dilakukan secara fleksibel sesuai kebutuhan dan spesifikasi masing-masing ruangan.

“Kami siapkan ekstra bed jika sewaktu-waktu dibutuhkan,” tambah Nur.

Kesiapsiagaan juga mencakup ketersediaan logistik medis.

Stok obat-obatan dipastikan aman dengan penambahan persediaan guna mengantisipasi peningkatan jumlah pasien.

“Insya Allah obat-obatan aman. Sudah kami tingkatkan stoknya,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Madiun Maidi menegaskan seluruh layanan kesehatan di Kota Madiun wajib siaga penuh selama Nataru, terutama rumah sakit dan tenaga medis.

“Entah ramai atau sepi, melayani orang sakit itu memang tugasnya. Semua rumah sakit harus standby,” tegas Maidi.

Maidi menyebut kesiapan layanan kesehatan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga akan dicek langsung di lapangan, termasuk pada momen pergantian tahun.

“Nanti justru saya lihat saat tahun baru. Kalau tidak siap, berarti tugas pokok fungsinya tidak dijalankan secara optimal,” ujarnya.

Ia menekankan seluruh unsur pendukung layanan kesehatan harus benar-benar siap. Mulai dokter, perawat, hingga ambulans.

“Ambulans harus standby semua. Dokter juga tidak boleh ada jadwal kosong. Yang penting itu siap melayani, bukan dilayani,” katanya.

Terkait potensi lonjakan pasien, Maidi memastikan kapasitas tempat tidur rumah sakit masih mencukupi.

Fokus utama saat ini adalah kesiapan tenaga medis di lapangan.

“Bed sudah cukup. Yang penting dokternya harus ready melayani pasien,” tandasnya.

Maidi pun mengingatkan bahwa profesi dokter melekat pada tanggung jawab kemanusiaan dan pelayanan kepada pasien harus menjadi prioritas utama.

“Dokter itu tugasnya melayani orang sakit, bukan dilayani,” pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#Libur Nataru 2025 #rumah sakit Madiun #RSUD Kota Madiun #layanan kesehatan Nataru #IGD Nataru #madiun