Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Tak Lagi Didominasi Ibu-Ibu, Bapak-Bapak Ramai Ambil Rapor Anak di Madiun

Erlita H • Sabtu, 20 Desember 2025 | 13:10 WIB
Para ayah mendominasi pengambilan rapor semester I siswa SMP di Kota Madiun sebagai bagian dari Gerakan Ayah Mengambil Rapor (Gemar), Jumat (19/12). BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN
Para ayah mendominasi pengambilan rapor semester I siswa SMP di Kota Madiun sebagai bagian dari Gerakan Ayah Mengambil Rapor (Gemar), Jumat (19/12). BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Pemandangan berbeda terlihat saat pengambilan rapor semester I jenjang SMP di Kota Madiun, Jumat (19/12).

Jika biasanya didominasi ibu-ibu, kali ini justru para ayah lebih banyak hadir ke sekolah.

Fenomena tersebut tampak di SMPN 1 Madiun.

Kehadiran bapak-bapak itu sejalan dengan Gerakan Ayah Mengambil Rapor (Gemar), program kolaborasi Dinkes PPKB dan Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun untuk mendorong peran aktif ayah dalam pendampingan pendidikan anak.

Zainuri, wali murid kelas VIII G, mengaku baru pertama kali mengambil rapor putrinya.

Selama ini, tugas tersebut biasanya dilakukan oleh sang istri.

“Dari program Gemar ini, saya bisa tahu perkembangan belajar anak sekaligus mengenal lingkungan sekolah dan wali murid lain,” ujarnya.

Zainuri menuturkan, putrinya Salsabila Asyifa dikenal sebagai anak penurut dan rutin mengaji setiap sore untuk menjadi tahfidz.

Hal itu sejalan dengan program Dindik Kota Madiun yang mewisuda ribuan siswa tahfidz, termasuk Salsabila.

“Salsabila selama ini ngaji bersama saya dan istri. Sudah ikut wisuda khatam Alquran,” kata warga Manisrejo, Kecamatan Taman itu.

Sementara itu, wali kelas VIII G Sulistyorini Wahyu Hari Wibowo menyambut positif keterlibatan ayah dalam pengambilan rapor.

“Saya lebih senang ayah yang datang. Karena komunikasi tentang perkembangan anak bisa langsung ke kepala keluarga,” jelasnya.

Menurutnya, keterlibatan langsung ayah diharapkan mampu memperkuat dukungan emosional anak.

“Dengan harapan ayah bisa langsung terlibat sehingga membuat anak kuat,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Dindik Kota Madiun Lismawati menjelaskan bahwa program Gemar diterapkan mulai jenjang TK, SD, hingga SMP.

Program ini merupakan edukasi berjenjang dari Kementerian BKKBN hingga pemerintah daerah.

“Peran orang tua, terutama kepala keluarga, menjadi tanggung jawab utama dalam pendidikan. Pilar keluarga dan pilar sekolah harus diperkuat,” tegasnya.

Ia menambahkan, komunikasi antara sekolah dan keluarga menjadi kunci dalam memantau perkembangan serta kendala belajar anak.

Dengan begitu, terjadi sinkronisasi antara siswa, orang tua, dan sekolah.

Hasil monitoring di kelas-kelas menunjukkan perubahan signifikan.

“Dari delapan orang tua, tujuh di antaranya ayah yang mengambil rapor. Artinya masyarakat memahami bahwa pendidikan adalah kolaborasi keluarga dan sekolah,” jelasnya.

Lismawati berharap sinergi tersebut terus diperkuat agar pola pendampingan belajar dapat disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan masing-masing anak.

“Kalau komunikasi orang tua dan guru semakin intens, insyaallah kolaborasi yang baik akan menghasilkan pendidikan yang berkualitas,” pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#SMPN 1 Madiun #kota madiun #bapak ambil rapor Madiun #Program Gemar #pendidikan #ayah dan anak