Jawa Pos Radar Madiun – Program Koperasi Merah Putih (KMP) di Kota Madiun terus dikebut.
Hingga akhir Desember 2025, sebanyak 14 dari 27 KMP di tingkat kelurahan sudah mulai beroperasi.
Sisanya masih dalam tahap pembangunan dan penyempurnaan gerai.
Wali Kota Madiun Maidi menargetkan seluruh KMP dapat beroperasi penuh pada awal 2026.
Saat ini, koperasi yang sudah berjalan tinggal melengkapi fasilitas pendukung agar aktivitas usaha berjalan optimal.
“Sekarang sudah 14 KMP yang operasi. Kantornya sudah ada, tinggal penyempurnaan. Insya Allah Januari 2026 nanti, 27 koperasi bisa selesai,” ujar Maidi.
Namun, Maidi menegaskan pemkot tidak akan terburu-buru mengucurkan modal usaha.
Menurutnya, pembenahan manajemen menjadi syarat utama sebelum koperasi menerima tambahan permodalan.
“Kalau belum jalan tapi sudah pegang uang, itu berbahaya. Saya tidak mau senang di depan tapi bermasalah di belakang,” tegasnya.
Pemkot Madiun sejatinya memiliki sejumlah opsi pembiayaan, mulai dari bank daerah hingga skema simpan pinjam.
Namun, seluruhnya akan dibahas secara matang agar tidak menimbulkan risiko keuangan.
“Pemkot punya bank daerah. Itu bisa jadi opsi, tapi semua harus dirapatkan. Jangan sampai soal modal justru jadi masalah,” jelas Maidi.
Dia menekankan, tambahan modal hanya diberikan kepada KMP yang sudah berjalan dan memiliki permintaan pasar jelas.
Pendekatan ini dinilai lebih aman dan berkelanjutan.
“Kalau sudah jualan dan permintaannya satu-dua ton, baru kami tambah modal. Itu aman,” katanya.
Lebih jauh, Maidi menegaskan KMP bukan sekadar wadah usaha, melainkan instrumen penguatan ekonomi kerakyatan, penekan inflasi, sekaligus pencipta lapangan kerja.
“Koperasi ini untuk menekan inflasi dan memperkaryakan banyak orang. Kebutuhan pokok nanti tersedia di mana-mana,” ujarnya.
Ke depan, operasional KMP akan disinergikan dengan kebutuhan masyarakat luas, termasuk ASN, PPPK, dan pelaku usaha lokal.
Setiap koperasi akan memiliki daftar komoditas dan harga yang transparan.
“Nanti ada list-nya. Jual apa, harganya berapa, semuanya jelas,” imbuhnya.
Saat ini, belanja ASN di UMKM Kota Madiun telah mencapai Rp 17,2 miliar.
Ke depan, ASN juga didorong berbelanja di KMP.
Bahkan, KMP disiapkan terhubung dengan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai pemasok bahan pangan.
“Itu sudah saya usulkan ke pusat,” pungkas Maidi. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto