Jawa Pos Radar Madiun – Warga Madiun dan Ngawi tak perlu khawatir kekurangan beras menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Perum Bulog Cabang Madiun memastikan stok beras di gudang dalam kondisi melimpah dan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Wakil Pimpinan Cabang Bulog Madiun Willy Adi Purba menyebutkan, total stok beras saat ini mencapai sekitar 60 ribu ton.
Dari jumlah tersebut, 10.800 ton tersimpan di Gudang Bulog Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.
“Stok tersebut lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk ketika libur Natal dan Tahun Baru (Nataru),” ujarnya, Senin (22/12).
Selain ketersediaan, Bulog juga memastikan stabilitas harga beras di pasaran tetap terjaga.
Kondisi tersebut ditopang penyaluran bantuan pangan serta distribusi beras SPHP yang terus digelontorkan.
“Permintaan dan harga relatif terkendali karena bantuan pangan sudah disalurkan dan beras SPHP terus kami gelontorkan,” jelas Willy.
Penyaluran beras SPHP dilakukan melalui berbagai kanal.
Mulai dari pasar tradisional, toko dan kios, Koperasi Merah Putih (KMP), hingga ritel modern.
“Kami sebar sebanyak-banyaknya agar masyarakat mudah mendapatkan beras,” imbuhnya.
Dari sisi kualitas, Bulog memastikan beras tetap terjaga melalui perawatan gudang sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Upaya tersebut meliputi fumigasi dan penyemprotan rutin.
Jika ditemukan penurunan mutu, Bulog akan melakukan reproses.
“Mayoritas beras di Madiun sudah dalam negeri seluruhnya dan aman,” tegas Willy.
Memasuki musim penghujan, pengawasan gudang juga diperketat untuk mencegah kebocoran atap maupun gangguan lain yang berpotensi merusak kualitas beras.
Bulog turut berkoordinasi dengan pemerintah daerah (pemda) untuk mengantisipasi kemungkinan bencana.
“Kami tidak berharap ada bencana, tetapi jika terjadi, Bulog siap menyalurkan bantuan beras dengan cepat,” katanya.
Sepanjang 2025, Bulog Madiun telah menyalurkan sekitar 7.500 ton beras SPHP dari target 10 ribu ton.
Sementara itu, penyaluran bantuan pangan di Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Ngawi telah mencapai 10 ribu ton.
“Untuk Kota dan Kabupaten Madiun sudah rampung. Sedangkan Ngawi baru terealisasi sekitar 50 persen dan saat ini terus berjalan,” terang Willy. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto