Jawa Pos Radar Madiun – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan meski memasuki masa libur sekolah.
Salah satunya di TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 3 Madiun yang tetap menyalurkan MBG dengan mekanisme khusus dan atas persetujuan wali murid.
Kepala TK ABA 3 Madiun Yany Isnur Robi Afandy mengatakan, sebelum pelaksanaan MBG selama libur sekolah, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Seluruh informasi terkait program, mulai menu hingga mekanisme penyaluran, terlebih dahulu disosialisasikan kepada wali murid.
“Dari SPPG kami mendapatkan penjelasan lengkap terkait MBG, termasuk menu dan mekanismenya. Informasi itu kemudian kami sampaikan ke wali murid,” ujarnya, kemarin (22/12).
Memasuki masa libur sekolah, pihak sekolah kembali meminta persetujuan orang tua melalui sistem polling.
Hasilnya, sekitar 65 persen wali murid menyatakan bersedia menerima MBG.
Sementara sisanya memilih tidak menerima karena anak berada di luar kota atau memiliki agenda lain selama liburan.
Dari total 194 penerima manfaat, sekitar 100 hingga 145 paket MBG tetap tersalurkan selama masa libur sekolah.
Mekanismenya, wali murid datang ke sekolah bersama anak untuk mengambil paket MBG secara langsung.
“Kami tidak menemui kendala berarti. Selama ada persetujuan wali murid dan anak masih di rumah, program ini tetap bisa dijalankan,” jelas Isnur.
Terpisah, Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional (BGN) Khairul Hidayati menegaskan bahwa distribusi MBG tetap berjalan meskipun sekolah libur.
Kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tetap menerima MBG enam hari dalam sepekan.
“Ini komitmen kami menjaga keberlanjutan pemenuhan gizi,” ujarnya.
Selama libur sekolah, BGN menerapkan sistem paket kombinasi.
Setiap penerima mendapatkan satu menu siap santap dan dua paket MBG kemasan yang berisi roti, telur, susu, serta buah sesuai standar gizi. (err/her/lyn/aph)
Editor : Hengky Ristanto