Jawa Pos Radar Madiun — Penguatan pendidikan karakter anak dinilai tidak bisa ditunda.
Pembentukan sikap, etika, dan integritas harus dimulai sejak usia dini dengan melibatkan peran aktif keluarga dan sekolah.
Upaya tersebut menjadi fondasi agar generasi penerus tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara moral.
Wali Kota Madiun Maidi menegaskan, penanaman karakter tidak bisa dilepaskan dari peran guru dan orang tua.
Menurutnya, berbagai persoalan perilaku dan mental anak yang muncul saat ini berakar dari lemahnya pembentukan karakter sejak kecil.
“Karakter dan mental itu bukan dibentuk hari ini. Sejak kecil sudah harus ditanamkan sesuai ajaran agama dan norma Pancasila. Kalau itu dilakukan sejak dini, semuanya akan bagus,” ujar Maidi saat memberikan materi penguatan peran orang tua di Sun Hotel Madiun, Selasa (23/12).
Maidi menilai, anak yang sejak kecil dibekali karakter kuat akan memiliki keberanian moral.
Mereka tidak mudah terpengaruh perilaku negatif, bahkan mampu mengingatkan lingkungan sekitarnya.
“Kalau karakternya sudah kuat, anak itu bisa bilang ke temannya, ‘jangan begitu, enggak boleh’. Karena normanya sudah ditanamkan sejak kecil,” tegasnya.
Karena itu, Pemkot Madiun terus memperkuat peran keluarga melalui pembinaan kepada para orang tua, khususnya yang memiliki anak usia dini.
Orang tua didorong untuk memahami bahwa karakter merupakan modal utama bagi masa depan anak.
“Modal utama anak itu karakter. Etikanya bagus, sikapnya baik. Itu sudah modal besar,” imbuh Maidi.
Sementara itu, Bunda PAUD Kota Madiun Yuni Setyawati menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan karakter sangat ditentukan oleh lingkungan keluarga.
Pendidikan usia dini, menurutnya, sejatinya dimulai dari rumah.
“Yang pertama dan utama adalah pendidikan keluarga. Kalau ayah, ibu, dan anak menyatu, maka pendidikan karakter sudah dimulai sejak di rumah,” ujarnya.
Nilai-nilai dasar seperti sopan santun, tanggung jawab, dan kedisiplinan perlu dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Pembiasaan sederhana, seperti membangun disiplin sejak bangun tidur, menjadi bagian penting dari pendidikan karakter.
“Kedisiplinan dan tanggung jawab itu dimulai dari rumah,” jelasnya.
Yuni juga menegaskan peran ibu yang sangat sentral dalam pembentukan karakter anak.
“Seorang ibu adalah segalanya. Perannya ganda. Ibu harus berhati seluas samudra,” tuturnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun Lismawati menyebut anak-anak sebagai calon pemegang tongkat estafet kepemimpinan masa depan.
Karena itu, mereka harus dipersiapkan secara utuh, tidak hanya dari sisi akademik.
“Pendidikan karakter adalah fondasi. Anak-anak tidak cukup hanya punya IQ yang bagus, tetapi juga integritas, adab, dan akhlak yang baik,” ujarnya.
Untuk memperkuat hal tersebut, Dindik Kota Madiun menerapkan pembiasaan pendidikan karakter secara konsisten di seluruh sekolah, negeri maupun swasta, dari jenjang SD hingga SMP.
“Setiap hari sudah ada jadwal pembiasaan pendidikan karakter, dari Senin sampai Jumat,” jelas Lismawati.
Salah satu program unggulan adalah Jumat Religi yang wajib dilaksanakan di seluruh sekolah sesuai agama masing-masing.
Program ini bertujuan membangun karakter religius dan akhlak mulia sejak dini. (err/her/adv)
Editor : Hengky Ristanto