Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Harga Beras SPHP di Madiun Terkendali, Bulog Buka Posko Pendekar di PBM

Erlita H • Kamis, 25 Desember 2025 | 02:51 WIB
Pemimpin Cabang Perum Bulog Madiun Agung Sarianto memantau ketersediaan dan stabilitas harga beras SPHP di Pasar Besar Madiun, Rabu (24/12). BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Pemimpin Cabang Perum Bulog Madiun Agung Sarianto memantau ketersediaan dan stabilitas harga beras SPHP di Pasar Besar Madiun, Rabu (24/12). BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Stok dan harga bahan pokok di Madiun terpantau aman menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Kepastian tersebut diperoleh setelah Perum Bulog Kantor Cabang Madiun bersama Dinas Perdagangan melakukan pemantauan langsung di Pasar Besar Madiun (PBM), Rabu (24/12).

Pemimpin Cabang Perum Bulog Madiun Agung Sarianto mengatakan, pemantauan dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok selama libur akhir tahun.

Fokus pengawasan diarahkan pada komoditas strategis seperti beras SPHP, gula, dan minyak goreng.

“Stok kami pastikan aman hingga awal Januari. Harga juga masih terkendali di bawah HET,” ujarnya.

Hasil pemantauan menunjukkan harga beras SPHP di PBM dijual Rp 60 ribu per lima kilogram atau Rp 12 ribu per kilogram.

Harga tersebut masih berada di bawah HET beras SPHP sebesar Rp 12.500 per kilogram.

Sementara itu, Minyakita tercatat Rp 18.500 per kemasan, gula GMM Rp 17.500, dan beras Sentra Ramos Rp 72.500 per lima kilogram.

Agung mengungkapkan, permintaan beras SPHP menjelang akhir tahun mengalami peningkatan cukup signifikan.

Penyaluran harian kini mencapai 100–150 ton per hari, meningkat dibanding hari normal yang berkisar 70–80 ton per hari.

Bahkan, penyaluran sempat menyentuh angka 200 ton per hari untuk seluruh wilayah kerja Cabang Bulog Madiun.

“Permintaan datang dari pedagang pasar dan luar pasar. Namun pasar tradisional tetap kami prioritaskan sebagai pengendali harga,” jelasnya.

Meski terjadi peningkatan permintaan, Bulog tetap memberlakukan pembatasan pemesanan maksimal dua ton per pedagang.

Namun, apabila stok habis dalam satu hari, pedagang diperbolehkan kembali melakukan pemesanan.

Untuk memperkuat pengendalian harga dan menjaga ketersediaan pangan, Bulog bersama Pemkot Madiun membuka Posko Pendekar (Pengendalian Ekonomi Kerakyatan) di PBM.

Posko tersebut menyediakan beras SPHP, beras premium, gula, dan minyak goreng bagi masyarakat.

“Tidak perlu panic buying. Kami siap memenuhi kebutuhan pangan masyarakat,” tegas Agung.

Di sisi lain, salah satu pedagang PBM, Windarti, menyebut penjualan menjelang Nataru masih cenderung normal.

Bahkan, daya beli masyarakat dinilai menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

“Stok beras banyak, tapi pembeli belum naik. Penjualan turun sekitar 50 persen,” keluhnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#nataru 2025 #stok beras aman #Harga Beras SPHP #bulog madiun #madiun #Pasar Besar Madiun #harga bahan pokok #panic buying