Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Rayakan Tahun Baru Sambil Berbagi, Pemkot Madiun Galang Donasi untuk Aceh dan Sumatera

Hengky Ristanto • Kamis, 25 Desember 2025 | 18:00 WIB
Wali Kota Madiun Maidi menyampaikan rencana perayaan malam tahun baru yang disertai penggalangan donasi bagi korban bencana di Aceh dan Sumatera. (DOK/JAWA POS RADAR MADIUN)
Wali Kota Madiun Maidi menyampaikan rencana perayaan malam tahun baru yang disertai penggalangan donasi bagi korban bencana di Aceh dan Sumatera. (DOK/JAWA POS RADAR MADIUN)

Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun memastikan perayaan malam pergantian tahun tetap digelar sebagai ruang hiburan publik.

Namun, euforia tahun baru kali ini tidak semata berorientasi pada hiburan, melainkan juga dimaknai sebagai momentum kepedulian sosial.

Wali Kota Madiun Maidi menegaskan, perayaan tahun baru harus dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.

Mulai dari masyarakat kecil hingga kalangan intelektual, dengan konsep acara yang inklusif dan tertib.

’’Di akhir tahun semua orang ingin senang-senang bersama. Maka pemkot menyediakan hiburan untuk masyarakat kecil, masyarakat intelektual, sampai tontonan seperti video mapping,’’ ujar Maidi, kemarin (24/12).

Menurutnya, kemeriahan perayaan tidak boleh berhenti pada hiburan semata.

Pemkot Madiun ingin momentum pergantian tahun juga menjadi sarana berbagi bagi daerah yang tengah dilanda musibah.

’’Kita bisa merayakan tahun baru, tapi saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatera sedang menghadapi masalah. Maka peringatan tahun baru di Kota Madiun sekaligus menjadi penggalangan dana untuk mereka,’’ tegasnya.

Dalam pelaksanaannya, pemkot akan melibatkan sekitar 100 relawan untuk menggalang donasi dari masyarakat yang hadir di lokasi perayaan.

Relawan akan membawa kotak donasi dan menghimpun partisipasi warga secara sukarela.

’’Relawan nanti membawa kotak donasi, kemudian kita kumpulkan dan kirimkan. Jadi di tengah keramaian, kita tetap berdoa dan berbagi,’’ imbuh Maidi.

Maidi menilai penyelenggaraan perayaan tahun baru secara resmi justru penting agar aktivitas masyarakat tetap terkendali.

Tanpa fasilitasi pemerintah, perayaan berpotensi berlangsung liar dan sulit diawasi.

’’Kalau tidak diwadahi, malah tidak terkontrol. Lebih baik kita fasilitasi, kita doakan bersama, sekaligus kita salurkan bantuan,’’ katanya.

Selain aspek sosial dan keamanan, Pemkot Madiun juga mengantisipasi dampak lingkungan selama perayaan tahun baru.

Volume sampah diperkirakan meningkat sekitar 20 persen dibanding hari normal.

’’Kami sudah antisipasi. Rumah sampah sudah disiapkan, TPS dibersihkan dan diperluas. Semua sudah kami siapkan agar perayaan berjalan tertib,’’ jelasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#donasi korban bencana #tahun baru madiun #madiun #perayaan tahun baru 2026 #Wali Kota Maidi #Pemkot Madiun