KOTA MADIUN – Memasuki puncak musim penghujan, potensi cuaca ekstrem membayangi wilayah Madiun dan sekitarnya.
Intensitas hujan diperkirakan meningkat hingga akhir Desember 2025, dipicu keberadaan bibit siklon tropis di selatan Pulau Jawa.
Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Madya Stasiun Geofisika Nganjuk Setiyaris menjelaskan, peningkatan curah hujan berpeluang terjadi pada periode 21–31 Desember 2025.
Kondisi tersebut dipengaruhi beberapa faktor atmosfer, termasuk bibit siklon tropis 93S di selatan Jawa serta gangguan gelombang atmosfer frekuensi rendah.
“Fenomena itu berpotensi memicu cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi akibat curah hujan tinggi,” ujarnya, Sabtu (27/12).
Menurut Setiyaris, menjelang Natal, cuaca di wilayah Madiun diprediksi didominasi kondisi berawan dengan peluang hujan ringan hingga sedang.
Namun, hujan diperkirakan berlangsung lebih lama dan bersifat tidak merata di sejumlah wilayah.
Memasuki periode pasca-Natal hingga pergantian tahun, intensitas hujan diproyeksikan meningkat dari kategori sedang menjadi lebat.
Kondisi ini diperkuat dengan dinamika atmosfer yang masih terus berkembang seiring mendekatnya puncak musim hujan yang diperkirakan terjadi pada Januari.
“Kondisi atmosfer sangat dinamis dan bisa berubah sewaktu-waktu. Masyarakat harus tetap waspada,” imbuhnya.
Setiyaris mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah antisipasi guna meminimalkan dampak cuaca ekstrem.
Upaya yang dapat dilakukan antara lain membersihkan saluran air, memangkas pohon yang rawan tumbang, serta menertibkan baliho atau papan reklame yang berpotensi membahayakan saat hujan disertai angin kencang. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto