Jawa Pos Radar Madiun – Dukungan program strategis Pemprov Jawa Timur (Jatim) terus ditunjukkan Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil I) Pemerintahan dan Pembangunan Provinsi Jatim di Madiun.
Seperti program pasar murah, pemberian makanan tambahan (PMT) bergizi bagi balita posyandu, serta penyelenggaraan Mataraman Economic and Art Festival (Meafest) 2025.
“Seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara Pemprov Jatim dengan pemkab/pemkot serta pemangku kepentingan di wilayah Madiun Raya,” ujar Kepala Bakorwil I Madiun, R Heru Wahono Santoso.
Kegiatan pasar murah ini berlangsung 28 Oktober-27 November lalu di 20 titik di kabupaten/kota.
Seperti Kecamatan Taman dan Kartoharjo (Kota Madiun), Kecamatan Jiwan dan Dolopo (Kabupaten Madiun), Kecamatan Ngariboyo dan Lembeyen (Kabupaten Magetan), Kecamatan Sambit dan alun-alun (Kabupaten Ponorogo), Kecamatan Punung dan Pacitan (Kabupaten Pacitan), Kecamatan Karangjati dan Widodaren (Kabupaten Ngawi).
“Kegiatan serupa berlangsung di Kecamatan Kampak dan Pendopo (Kabupaten Trenggalek), Kecamatan Kauman dan Karangrejo (Kabupaten Tulungagung), Kecamatan Mojo dan Wates (Kabupaten Kediri) serta Kecamatan Pesantren dan Mojoroto (Kota Kediri),” terangnya.
Pasar murah ini hadir sebagai upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Program ini sekaligus menjadi langkah konkret pengendalian inflasi daerah serta menjaga stabilitas harga bahan pokok di wilayah Provinsi Jatim.
“Pasar murah menyediakan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, tepung, dan bahan pangan lainnya dengan harga yang lebih terjangkau. Alhamdulillah masyarakat merasa terbantu dengan kegiatan ini,” jelasnya.
Bakorwil I Madiun juga melaksanakan program PMT bergizi bagi balita yang dilaksanakan melalui posyandu di daerah.
Seperti di Kecamatan Balong di Kabupaten Ponorogo (19 November), Kecamatan Kendal di Kabupaten Ngawi (20 November), Kecamatan Saradan di Kabupaten Madiun (24 November), Kabupaten Magetan (25 November), Kabupaten Tulungagung (26 November) dan Kabupaten Trenggalek (27 November).
“Tujuannya meningkatkan status gizi balita serta mendukung percepatan penurunan angka stunting, sejalan dengan program prioritas Pemprov Jatim mendukung Indonesia Emas 2045,” ungkap Heru.
Pihak Bakorwil I Madiun juga menggelar Meafest 2025. Kegiatan ini berlangsung 14-18 Oktober lalu dan merupakan rangkaian kegiatan peringatan hari jadi ke-80 Provinsi Jatim.
Dalam Meafest digelar pameran, bazar UMKM serta ajang perlombaan seni mulai dari seni lukis, seni tata rias, seni teater, seni tari dan festival band pelajar SMA se-derajat.
“Sebagai wadah promosi produk unggulan UMKM, seni, dan budaya khas Mataraman, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif serta meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal, khususnya di wilayah kerja kami. Para siswa SMA/ MA sederajat serta SLB juga antusias mengikuti acara ini,” sebutnya.
Bakorwil I Madiun diharapkan mampu menjadi motor penggerak koordinasi pembangunan wilayah serta berkontribusi nyata dalam menyukseskan visi dan misi Pemprov Jatim.
“Harapannya dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya kesejahteraan dan pembangunan yang merata di Jawa Timur,” pungkasnya. (eln/aan/*)
Editor : Mizan Ahsani