Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Sanggar Sang Penari Kota Madiun Gelar Student Performance Vol. 4, Asah Mental 70 Penari Cilik

Erlita H • Selasa, 30 Desember 2025 | 04:25 WIB
EKSPRESIF: Peserta Sanggar Sang Penari Kota Madiun menampilkan kemampuan terbaik dalam student performance volume ke-4 di Plaza Madiun. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
EKSPRESIF: Peserta Sanggar Sang Penari Kota Madiun menampilkan kemampuan terbaik dalam student performance volume ke-4 di Plaza Madiun. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

MADIUN – Sanggar Sang Penari Kota Madiun kembali menggelar student performance volume ke-4 sebagai ajang evaluasi sekaligus penguatan mental peserta didik.

Kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak sanggar menampilkan hasil latihan yang mencerminkan disiplin, ketekunan, dan kecintaan terhadap seni tari.

Pemilik Sanggar Sang Penari Kota Madiun, Dyah Ayu Ratih Romadhoni, menjelaskan bahwa student performance menjadi sarana penilaian perkembangan individu.

Fokus penilaian meliputi teknik wiraga, wirasa, dan wirama dalam menari.

“Ini menjadi tolok ukur sejauh mana proses latihan anak-anak berkembang,” ujarnya, Senin (29/12) di Plaza Madiun.

Sebanyak 15 tim ambil bagian dalam kegiatan ini dengan total 70 peserta berusia 3 hingga 18 tahun.

Mereka menampilkan tiga kategori tarian, yakni tari tradisional, tari kreasi baru, dan tari modern.

Student performance kali ini mengusung tema Menari dengan Hati, Tumbuh Prestasi, yang diharapkan mampu menumbuhkan karakter sekaligus prestasi sejak usia dini.

Dyah menambahkan, kegiatan ini rutin digelar setiap enam bulan sekali sebagai bagian dari proses pembelajaran berkelanjutan.

Ke depan, sanggar yang berlokasi di Jalan Margo Bawero No. 35, Kelurahan Mojorejo, Kecamatan Taman, berencana menggelar workshop dengan menghadirkan seniman tari dari luar daerah.

“Tujuannya agar penari Kota Madiun mendapat wawasan yang lebih luas,” jelasnya.
Sanggar Sang Penari berdiri sejak 2020.

Photo
Photo

Awalnya bernama Widuri, kemudian berganti nama menjadi Sanggar Sang Penari untuk mempertegas visi mencetak penari unggul dari Kota Pendekar.

Saat ini sanggar memiliki sekitar 70 anggota aktif dengan jadwal latihan rutin setiap Sabtu dan Minggu, pukul 08.00–17.00 WIB, didampingi empat pelatih profesional.

Wakil Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengapresiasi kegiatan tersebut.

Menurutnya, student performance memberi ruang bagi penari cilik untuk mengasah mental sekaligus memperdalam pembelajaran budaya Nusantara.

“Kegiatan seperti ini sangat sejalan dengan upaya pengembangan ekonomi kreatif di Kota Madiun,” ujarnya.

Dia menilai seni tari merupakan bagian penting dari subsektor ekonomi kreatif bidang seni pertunjukan.

Keberadaan sanggar tari dinilai mampu melahirkan bibit-bibit penari bertalenta yang kelak membawa nama baik Kota Madiun.

“Harapannya, talenta dari Kota Madiun bisa tumbuh menjadi seniman dan artis berprestasi dengan identitas lokal yang kuat,” pungkasnya. (err/her/*)

Editor : Hengky Ristanto
#ekonomi kreatif madiun #kota madiun #penari cilik #budaya nusantara #Sanggar Tari Madiun #Student Performance #seni tari anak