Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Harga Sembako Anjlok Jelang Tahun Baru, Disdag Kota Madiun Pastikan Stok Aman

Erlita H • Selasa, 30 Desember 2025 | 15:30 WIB
STABIL: Petugas Dinas Perdagangan Kota Madiun memantau harga kebutuhan pokok di Pasar Besar Madiun menjelang pergantian Tahun Baru 2026, Senin (29/12). BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
STABIL: Petugas Dinas Perdagangan Kota Madiun memantau harga kebutuhan pokok di Pasar Besar Madiun menjelang pergantian Tahun Baru 2026, Senin (29/12). BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

MADIUN – Harga kebutuhan pokok di Kota Madiun menunjukkan tren penurunan menjelang pergantian Tahun Baru 2026.

Dinas Perdagangan (Disdag) bersama Satgas Pangan memastikan kondisi harga dan ketersediaan barang relatif stabil serta terkendali.

Kepala Bidang Usaha Perdagangan Disdag Kota Madiun Siti Nurjannah mengatakan, pemantauan dilakukan secara menyeluruh di sejumlah titik strategis.

Mulai dari Pasar Besar Madiun (PBM), ritel modern seperti Indomaret dan Superindo, hingga penggilingan padi.

“Hasilnya, sebagian besar bahan pokok turun harga. Tidak ada lonjakan signifikan menjelang tahun baru,” ujarnya, kemarin (29/12).

Penurunan paling mencolok terjadi pada komoditas bawang merah.

Harga yang sebelumnya sempat menyentuh Rp 45 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp 35 ribu per kilogram.

Komoditas telur ayam ras juga mengalami koreksi harga dari Rp 28 ribu menjadi Rp 27 ribu per kilogram.

Sementara itu, harga daging ayam ras dan daging sapi terpantau stabil.

Tidak ditemukan kenaikan harga menjelang pergantian tahun.

“Alhamdulillah, bahan pokok banyak yang turun. Daging ayam dan sapi relatif stabil,” jelas Nurjannah.

Untuk komoditas beras, harga masih berada dalam batas aman.

Beras medium dijual sekitar Rp 13 ribu per kilogram, sedangkan beras premium berada di kisaran Rp 14.900 per kilogram.

Stok gabah di penggilingan padi Ronggo juga dipastikan mencukupi, dengan ketersediaan sekitar 9–10 ton gabah kering giling (GKG).

Nurjannah menegaskan, stabilnya harga pangan tidak lepas dari berbagai langkah intervensi yang dilakukan Pemkot Madiun.

Di antaranya pemantauan harga rutin, pembentukan Posko Pendekar di PBM, operasi pasar di tiga kecamatan, pembukaan Warung Tekan Inflasi (Wartek), hingga pemberian subsidi kepada pedagang.

“Dengan intervensi tersebut, komoditas yang berpotensi naik bisa ditekan sehingga harga tetap stabil,” katanya.

Sementara itu, Purwani, pedagang daging ayam ras di PBM, mengakui harga ayam cenderung turun dalam dua hingga tiga hari terakhir. Dari sebelumnya Rp 39 ribu per kilogram kini menjadi Rp 35 ribu per kilogram.

“Sejauh ini masih stabil sampai tahun baru. Biasanya saya jual sekitar 50 kilogram per hari dengan stok satu kuintal. Kalau mendekati tahun baru, biasanya nambah 20 sampai 30 kilogram,” ungkapnya.

Menurut Purwani, permintaan daging ayam juga dipengaruhi aktivitas program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kalau MBG libur, penjualan biasanya ikut turun,” ujarnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#jelang tahun baru #inflasi daerah #harga sembako madiun #Disdag Kota Madiun #madiun #Pasar Besar Madiun #stok pangan aman #harga bahan pokok