Jawa Pos Radar Madiun – Pembangunan kawasan wisata tematik Kampung Jepang di Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman, masih setengah jalan.
Proyek yang digadang sebagai wisata edukasi sekaligus pusat pengembangan sumber daya manusia (SDM) itu baru mencapai sekitar 40 persen pengerjaan.
Maidi mengungkapkan, Pemkot Madiun akan melanjutkan pembangunan Kampung Jepang tahun ini.
Tak hanya itu, sejumlah kampung tematik lain juga tengah disiapkan, mulai Kampung Korea di Kelurahan Kanigoro, Kampung Arab, Kampung Inggris di Kecamatan Manguharjo, hingga Kampung Jawa.
“Silakan masyarakat datang ke sini. Tapi memang belum selesai, baru sekitar 40 persen. Insya Allah 2027 semuanya tuntas,” ujar Maidi saat meninjau lokasi Kampung Jepang, kemarin (9/1).
Seluruh kawasan tematik tersebut nantinya akan terintegrasi melalui layanan bus wisata Heritage Express.
Pemkot menargetkan kawasan ini menjadi magnet wisata sekaligus pusat edukasi bahasa asing di Kota Madiun.
Kampung Jepang sendiri dibangun di atas lahan seluas kurang lebih lima hektare.
Kawasan ini didominasi nuansa merah dengan aksen bambu kuning khas Jepang.
Saat ini, pengerjaan difokuskan pada penanaman tanaman herbal untuk antisipasi hipertensi, tanaman khas Jepang untuk kebutuhan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemasangan ornamen tulisan Jepang di gapura, lampion, hingga pembangunan jogging track mengelilingi area.
Tak hanya sebagai destinasi wisata, Kampung Jepang juga disiapkan sebagai ruang publik multifungsi.
Area ini bisa dimanfaatkan warga untuk berbagai kegiatan sosial, mulai hajatan, sunatan, hingga tingkepan.
Lebih jauh, Maidi menyebut Kampung Jepang diarahkan sebagai pusat peningkatan kompetensi tenaga kerja.
Pemerintah Jepang disebut membutuhkan sekitar 40 ribu tenaga kerja asing dari Indonesia dengan kisaran gaji Rp 25–55 juta per bulan.
“Melalui fasilitas ini, kami ingin memfasilitasi pembelajaran bahasa Jepang secara terpadu,” jelasnya.
Kawasan ini dilengkapi laboratorium listening bahasa Jepang.
Seluruh tanaman dan fasilitas akan dilabeli keterangan berbahasa Jepang.
Bahkan, Kampung Jepang dirancang menjadi pusat pembelajaran sekaligus lokasi ujian kemampuan bahasa Jepang.
Maidi menambahkan, pelajar dengan kemampuan TOEFL minimal 300–350 akan mendapatkan golden ticket beasiswa dari Wali Kota.
Skema serupa juga diterapkan di kampung tematik lain seperti Kampung Korea, Arab, Inggris, dan Jawa.
“Anak-anak bisa langsung tahu kemampuan bahasanya lewat lab listening. Kalau TOEFL-nya memenuhi, ada golden ticket beasiswa dari wali kota,” tegasnya.
Seiring pengembangan kawasan wisata tematik, Pemkot Madiun juga menata sentra UMKM di sekitar Bundaran Serayu dan Kantor Kecamatan Taman.
Gerbang kantor kecamatan rencananya digeser ke arah utara agar kawasan tersebut menjadi pusat kuliner baru dengan tenda seragam bernuansa Jepang.
“Nanti ini jadi pusat kuliner baru. Semua wisatawan Kampung Jepang akan lewat sini,” pungkas Maidi. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto