Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

PG Rejo Agung Baru Pecahkan Rekor Giling 2025, Wali Kota Madiun Beri Apresiasi

Erlita H • Senin, 12 Januari 2026 | 05:00 WIB
REKOR PRODUKSI: PG Rejo Agung Baru Madiun mencatatkan giling tebu tertinggi sepanjang sejarah pada musim giling 2025 dengan total 956.751 ton tebu. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
REKOR PRODUKSI: PG Rejo Agung Baru Madiun mencatatkan giling tebu tertinggi sepanjang sejarah pada musim giling 2025 dengan total 956.751 ton tebu. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – PG Rejo Agung Baru menorehkan rekor produksi tertinggi sepanjang sejarah pabrik pada musim giling 2025.

Total tebu yang digiling mencapai 956.751 ton, melonjak sekitar 17 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar 773.320 ton.

Capaian tersebut disyukuri manajemen melalui tasyakuran tutup giling 2025 yang digelar di emplasemen pabrik, Jumat malam (9/1).

Acara dimeriahkan pagelaran wayang kulit lakon Pandawa Laku Dharma dengan dalang Ki Cahyo Kuntadi, serta bintang tamu Niken Salindri dan Cak Jolang CS.

General Manager PG Rejo Agung Baru Madiun, Immam Nur Salamet, mengatakan musim giling 2025 menjadi yang terbesar sejak pabrik berdiri.

Dari total tebu yang digiling, pabrik berhasil menghasilkan sekitar 63 ribu ton gula.

“Ini capaian tertinggi selama PG Rejo Agung Baru beroperasi. Kenaikannya sekitar 17 persen dari tahun sebelumnya,” ujarnya.

Menurut Immam, lonjakan produksi tidak lepas dari sinergi kuat dengan Pemkot dan Pemkab Madiun, organisasi perangkat daerah (OPD), serta kemitraan berkelanjutan bersama petani tebu yang terbangun selama empat tahun terakhir.

“Kemitraan dengan ADM Jatim dan Jatir (Jalur Tani Rakyat Tebu) berjalan baik. Saat ini sekitar 2.300 hektare lahan dikelola bersama,” jelasnya.

Dengan surplus giling tahun ini, manajemen menyiapkan investasi sekitar Rp 40 miliar.

Dana tersebut akan difokuskan pada peningkatan efisiensi pabrik, penguatan sumber daya manusia, serta pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan cooling tower baru.

“Agar limbah benar-benar memenuhi baku mutu dan tidak mencemari lingkungan,” tegas Immam.

Wali Kota Madiun Maidi yang hadir dalam tasyakuran tersebut memberikan apresiasi tinggi.

Menurutnya, meski pabrik tergolong lama, kinerja PG Rejo Agung Baru justru terus meningkat dan selaras dengan visi pembangunan kota.

“PG Rejo Agung Baru luar biasa. Tidak ada sampah, tidak menimbulkan polusi, dan pengelolaan limbah tertata. Ini contoh industri adaptif,” ujarnya.

Maidi mengaku rutin memantau proses produksi, mulai dari pengelolaan air, lalu lintas truk, hingga penanganan limbah.

Komitmen pabrik dinilai sejalan dengan arah pembangunan Kota Madiun yang mengacu pada 17 Sustainable Development Goals (SDGs).

“Meski lahan tebu di Kota Madiun sekitar 68 hektare, produksinya terus meningkat dan bebas penyakit gula. Ini prestasi,” katanya.

Dengan pertumbuhan ekonomi Kota Madiun pada triwulan II 2026 yang mencapai 6,35 persen, Maidi berharap PG Rejo Agung Baru terus berkembang dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan petani serta perekonomian daerah.

“Semoga produksi makin meningkat, petani sejahtera, dan ekonomi kota ikut terdongkrak,” pungkasnya. (err/her/adv)

Editor : Hengky Ristanto
#ekonomi madiun #musim giling 2025 #investasi pabrik gula #produksi tebu #pg rejo agung baru #madiun #pabrik gula Madiun #industri gula nasional #sdgs