Jawa Pos Radar Madiun – Cuaca di Kota Madiun belakangan terasa tak menentu.
Siang hari cenderung terik, namun pada malam hari suhu berubah dingin disertai hembusan angin kencang.
Sesekali, hujan turun dengan intensitas ringan.
Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Madya Stasiun Geofisika Nganjuk, Setiyaris, menegaskan kondisi tersebut bukan pertanda berakhirnya musim penghujan.
Justru, potensi hujan masih akan berlangsung hingga Februari mendatang.
Menurutnya, penurunan intensitas hujan yang terjadi beberapa hari terakhir dipicu oleh kemunculan bibit siklon tropis yang tidak berdampak langsung terhadap cuaca di Jawa Timur.
Selain itu, terdapat populasi tekanan rendah di wilayah barat Kalimantan yang menyebabkan terjadinya blocking massa udara dari utara.
“Akibatnya, suplai massa udara basah dari Asia melemah,” ujar Setiyaris, kemarin (11/1).
Ia menjelaskan, kondisi hujan yang menurun dan tidak merata tersebut diperkirakan hanya bersifat sementara.
Setelah itu, pola cuaca diprediksi kembali ke kondisi normal.
“Sekitar dua hari ke depan, pola tekanan rendah di barat Kalimantan sudah menghilang. Energi atmosfer kembali normal sehingga intensitas hujan berangsur meningkat,” terangnya.
Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara cepat.
Potensi hujan dan angin kencang masih bisa muncul sewaktu-waktu, terutama pada sore hingga malam hari.
“Harap berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, karena dinamika cuaca masih cukup aktif,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto