Jawa Pos Radar Madiun – Suara merdu itu sudah terdengar sejak usia dini.
Amara Zulfa, warga Kelurahan Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, menaruh cinta pada dunia tarik suara sejak berusia 3–4 tahun.
Bakatnya tumbuh alami, seiring irama musik yang hampir setiap hari mengalun di rumah.
Sang ibu, Paramitha, dikenal sebagai pencinta musik.
Kebiasaan memutar lagu sejak pagi hari menjadi ruang belajar pertama bagi Amara.
Sejak taman kanak-kanak, kepekaan nadanya sudah menonjol. Hafal lagu dengan cepat dan jarang meleset dari tangga nada.
“Awalnya ikut lomba sejak TK. Setelah itu terus diasah, ikut berbagai kompetisi sampai SMA,” ujar Amara, Senin (12/1).
Mahasiswi HTC Madiun ini telah mengoleksi banyak prestasi.
Mulai FLS2N 2017 saat SD, juara II tingkat Banyuwangi, Harapan II FLS2N 2021 tingkat SMP, hingga juara II FLS2N 2023–2024 tingkat SMA di Kota Madiun.
Namanya juga tercatat sebagai juara II Bintang Radio 2024 serta juara III Bintang Radio 2025.
Bagi Amara, bernyanyi bukan sekadar hobi. Dunia tarik suara dijalani sepenuh hati dengan disiplin tinggi.
Les vokal rutin, menjaga pola makan, hingga menghindari minuman yang berisiko merusak suara menjadi bagian kesehariannya.
Namun, prestasi datang bersama pengorbanan.
“Sedihnya, aku nggak bisa bebas main seperti teman-teman seusia karena fokus lomba. Jaga suara juga ketat,” tuturnya.
Meski begitu, kebahagiaan muncul ketika ia dipercaya mewakili Kota Madiun di berbagai ajang.
Dalam hal manajemen waktu, dukungan keluarga menjadi kunci.
“Kadang riweh. Tapi ibu selalu bantu atur, kapan fokus lomba, kapan belajar,” ujar anak pertama dari dua bersaudara itu.
Saat ini, Amara memilih memprioritaskan pendidikan.
Namun, mimpi besarnya sudah tertata rapi.
Ia menargetkan tampil di Indonesian Idol tahun 2027 sebagai panggung lanjutan pengembangan bakat.
Amara menguasai berbagai genre musik dan mengidolakan Mahalini serta Agnes Monica.
Pesannya singkat namun tegas.
“Jangan takut mencoba. Tidak ada yang datang kalau kita tidak melangkah. Gagal bukan berarti menyerah,” pungkas alumnus SMAN 4 Madiun itu. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto