Jawa Pos Radar Madiun – Distribusi pupuk subsidi untuk petani Kota Madiun mulai digelontorkan.
Sejak awal Januari, pupuk sudah bisa ditebus di kios-kios resmi.
Pemkot memastikan stok aman hingga musim tanam kedua.
Kabid Pertanian DKPP Kota Madiun Wahyu Niken Febrianti menyatakan, penyaluran pupuk berjalan sesuai jadwal dan kebutuhan petani.
“Distribusi pupuk subsidi sudah berjalan dan bisa ditebus sejak awal Januari. Stok kami pastikan aman hingga musim tanam kedua,” ujarnya, Selasa (13/1).
Tahun ini, Kota Madiun memperoleh alokasi 1.180 ton pupuk subsidi.
Rinciannya, pupuk urea sebanyak 695 ton dan pupuk NPK 485 ton.
Kuota tersebut diperuntukkan memenuhi kebutuhan tanam lahan seluas 890 hektare yang tersebar di tiga kecamatan.
Kartoharjo menjadi wilayah dengan luasan sawah terbesar, yakni 377 hektare.
Kecamatan ini mendapat alokasi pupuk urea 309,819 ton dan NPK 215,579 ton.
Disusul Manguharjo dengan luasan 291 hektare, memperoleh urea 202,874 ton dan NPK 141,126 ton.
Sementara Kecamatan Taman yang memiliki 216 hektare sawah mendapatkan urea 182,307 ton dan NPK 128,295 ton.
Niken menegaskan, target serapan pupuk subsidi hingga musim tanam kedua minimal 80 persen dari total kuota tahunan.
Jika penyerapan rendah, kuota berisiko dialihkan ke daerah lain.
“Kalau sampai musim tanam kedua serapan masih rendah, kuota bisa direalokasi ke wilayah yang lebih membutuhkan,” jelasnya.
Penyaluran pupuk dilakukan langsung dari distributor ke kios resmi.
Saat ini terdapat 38 kelompok tani yang dilayani lima kios pupuk di Kota Madiun, yakni KUD Manguharjo, KUD Kartoharjo, KUD Taman, serta dua kios swasta di wilayah Rejomulyo.
DKPP terus memantau penyaluran melalui aplikasi e-Verval untuk memastikan distribusi sesuai data RDKK dan kebutuhan petani.
“Seluruh usulan kelompok tani sudah diverifikasi. Kami awasi agar tidak ada hambatan di lapangan,” imbuh Niken.
Dia mengimbau petani segera menebus pupuk sesuai jadwal tanam.
Penundaan dikhawatirkan memicu kelangkaan saat pupuk benar-benar dibutuhkan.
“Tebus sesuai waktu tanam. Jangan ditunda agar stok tetap aman dan produksi tidak terganggu,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto