Jawa Pos Radar Madiun – Koleksi buku perpustakaan daerah (perpusda) Kota Madiun dipastikan tidak bertambah pada awal 2026.
Penambahan koleksi baru baru akan diajukan saat perubahan anggaran keuangan (PAK) 2026.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Madiun, Heri Wasana, mengatakan penambahan koleksi terakhir dilakukan tahun lalu dengan total sekitar 2.000 buku fisik.
Dengan demikian, saat ini perpusda memiliki 25.751 judul buku cetak dan 8.656 judul buku digital.
“Mudah-mudahan ada saat PAK, sehingga kami bisa menambah koleksi, baik buku fisik maupun elektronik,” ujarnya, kemarin (18/1).
Meski tanpa tambahan koleksi baru, Dispusip tetap menjalankan digitalisasi naskah dan buku kuno.
Sejumlah koleksi lama berbahasa Belanda dan Prancis masih diminati, terutama oleh komunitas sejarah yang rutin menggelar diskusi dan bedah buku.
“Buku-buku lama itu masih relevan dan banyak dikaji,” jelas Heri.
Di sisi lain, akses literasi masyarakat terus diperluas melalui program pojok baca di ruang publik dan kantor pemerintahan.
Program ini dijalankan melalui sinergi dengan pelaku usaha dan pengelola fasilitas umum, seperti Lawu Plaza dan Suncity Madiun.
Dispusip juga mengoptimalkan media sosial untuk menjangkau pembaca generasi Z sekaligus mempermudah layanan peminjaman.
Salah satunya melalui layanan Jarimu, yakni jemput antar buku langsung ke rumah peminjam.
“Kami punya layanan Jarimu, jemput antar buku dari rumah,” pungkas Heri. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto