Jawa Pos Radar Madiun – Wali Kota Madiun Maidi tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (19/1) malam, usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT).
Maidi datang bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Madiun Thariq Megah serta Rochim Rudianto, salah seorang rekanan proyek.
Berdasarkan pantauan, rombongan tiba di markas KPK sekitar pukul 22.30 WIB.
Maidi terlihat mengenakan jaket biru dan topi saat digiring petugas menuju ruang pemeriksaan.
Hingga tadi malam, KPK masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pihak-pihak yang diamankan dalam OTT tersebut.
Saat memasuki Gedung Merah Putih KPK, Maidi sempat menyampaikan pernyataan singkat kepada awak media.
“Saya tidak pernah lelah membangun Kota Madiun,” ujarnya.
Namun, ia juga mengakui adanya keterbatasan.
“Kalau ada kekurangan, doakan saja,” imbuhnya singkat.
Sebelumnya, KPK membenarkan telah melakukan OTT di lingkungan Pemerintah Kota Madiun.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan, operasi tersebut diduga berkaitan dengan penyerahan uang berupa fee proyek serta dana corporate social responsibility (CSR).
“Peristiwa tertangkap tangan ini dugaan awalnya terkait fee proyek dan juga dana CSR di lingkungan Kota Madiun,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK.
KPK belum mengungkap nilai uang maupun identitas pihak pemberi dan penerima dalam dugaan tersebut.
Status hukum para pihak yang diamankan akan ditentukan setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai. (jawapos.com/ridwan/her)
Editor : Hengky Ristanto