Jawa Pos Radar Madiun – Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA/SMK/MA 2025 di wilayah Madiun menunjukkan capaian dua mata pelajaran masih memprihatinkan.
Matematika dan Bahasa Inggris tercatat sebagai mapel dengan nilai terendah berdasarkan evaluasi TKA yang digelar November lalu.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun, Lena, mengatakan TKA telah dilaksanakan pada 1–9 November 2025, dengan tes susulan pada 17–20 November.
Pengumuman hasil sekaligus pendistribusian sertifikat dijadwalkan mulai Januari 2026.
“Pelaksanaan TKA berjalan lancar tanpa kendala teknis,” ujarnya, kemarin (21/1).
Meski demikian, hasil evaluasi menunjukkan perlunya penguatan pembelajaran, terutama pada matematika wajib dan bahasa Inggris.
Lena menilai rendahnya capaian dipicu minimnya pembiasaan siswa mengerjakan soal dengan karakteristik TKA.
“Matematika dan bahasa Inggris perlu mendapat perhatian serius. Siswa harus lebih sering dilatih mengerjakan soal sesuai tipe TKA,” terangnya.
Lena menegaskan, hasil TKA memiliki peran strategis karena menjadi salah satu indikator penilaian dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi 2026.
Karena itu, persiapan tidak bisa dilakukan secara instan di kelas XII.
“Persiapan idealnya dimulai sejak kelas X. Pengenalan tipe soal TKA bisa dijadikan asesmen sumatif setiap semester,” jelasnya.
Lebih lanjut, Cabdindik Wilayah Madiun mendorong setiap satuan pendidikan menyusun rencana aksi peningkatan kompetensi TKA.
Langkah tersebut meliputi analisis hasil tes, perbaikan metode pembelajaran, serta penyesuaian pendekatan guru di kelas.
“Ini penting agar capaian akademik siswa lebih merata dan kompetitif,” tandas Lena. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto