Jawa Pos Radar Madiun – Potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur diantisipasi serius oleh KAI Daop 7 Madiun.
Sejumlah langkah mitigasi diperketat demi menjamin keselamatan dan kenyamanan perjalanan kereta api.
Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari mengatakan, pengawasan intensif dilakukan di seluruh wilayah kerja.
Keselamatan perjalanan menjadi prioritas utama di tengah meningkatnya curah hujan dan potensi bencana hidrometeorologi.
“Keselamatan perjalanan KA menjadi prioritas. Kami menyiagakan personel di lapangan dan melakukan mitigasi terukur menghadapi cuaca ekstrem,” ujarnya, Sabtu (24/1).
Sebagai langkah pencegahan, KAI Daop 7 menerapkan deteksi dini melalui pemeriksaan rutin jalur rel, sistem persinyalan, serta pemetaan titik rawan banjir dan longsor.
Selain itu, koordinasi real-time juga dilakukan dengan BMKG sebagai dasar pengambilan keputusan operasional.
Di lapangan, KAI Daop 7 menyiapkan berbagai langkah tanggap darurat.
Mulai normalisasi drainase di sekitar jalur KA, pemangkasan pohon yang berpotensi tumbang, hingga penempatan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) di titik strategis.
“AMUS berisi material seperti pasir, batu balast, dan bantalan rel yang siap dikerahkan bila terjadi gangguan,” jelas Tohari.
Selain pengamanan infrastruktur, KAI juga mengimbau pelanggan agar datang lebih awal ke stasiun.
Langkah ini untuk mengantisipasi potensi hambatan perjalanan menuju stasiun akibat hujan deras.
“Kami siagakan personel 24 jam dan berupaya meminimalkan dampak cuaca ekstrem agar perjalanan KA tetap aman dan lancar,” tandasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto