KOTA MADIUN – Pasar Krempyeng di Lapak Bumi Semendung, Kelurahan Klegen, Kecamatan Kartoharjo, kembali bergeliat.
Pasar rakyat yang sempat vakum sejak pandemi Covid-19 itu resmi aktif lagi, Minggu (25/1), dan langsung menyedot perhatian warga.
Sejak pagi, pengunjung memadati lapak-lapak yang menjajakan kuliner tradisional dan produk kerajinan tangan.
Kebangkitan Pasar Krempyeng ini menjadi penanda hidupnya kembali aktivitas ekonomi dan wisata warga di kawasan Bumi Semendung.
Camat Kartoharjo, Yayak Muflihana Harnik, menjelaskan Pasar Krempyeng hanya digelar setiap Minggu pagi, pukul 06.00–10.00.
Nama “krempyeng” diambil dari istilah Jawa yang berarti kegiatan sesaat.
Konsep tersebut diharapkan melengkapi alternatif wisata Minggu pagi selain car free day di Bantaran Sungai Madiun dan Bundaran Serayu.
“Dengan dukungan sarana dan prasarana yang ada, pasar ini diharapkan mampu membangkitkan pariwisata sekaligus pemberdayaan masyarakat. Konsepnya dari warga, oleh warga, dan untuk warga,” ujarnya.
Lurah Klegen, Yuni Wijayanto, menambahkan awalnya pedagang yang dilibatkan hanya berasal dari wilayah Klegen.
Namun antusiasme meluas hingga pedagang dari Manisrejo, Oro-oro Ombo, dan Kanigoro turut bergabung.
Total sekitar 60 pedagang meramaikan pembukaan perdana Pasar Krempyeng.
“Alhamdulillah respons warga sangat bagus. Banyak pengunjung datang sejak pagi untuk melihat dan berbelanja di Pasar Krempyeng,” katanya.
Pasar ini didominasi jajanan tradisional, mulai nasi pecel, getuk, cenil, jenang grendul, dawet, hingga aneka kelontong dan buah.
Selain kuliner, tersedia pula lapak pakaian dan kerajinan tangan.
Suasana pasar kian semarak dengan hiburan musik yang mengiringi aktivitas jual beli.
Melihat tingginya animo pengunjung, Yanto berharap Pasar Krempyeng dapat menjadi destinasi wisata rutin setiap Minggu sekaligus penggerak ekonomi lokal.
“Harapannya bisa terus digelar setiap Minggu agar kawasan Bumi Semendung kembali ramai,” imbuhnya.
Ketua Paguyuban Bumi Semendung, Sugiharti, menyebut hampir seluruh dagangan pedagang ludes terjual sebelum pukul 09.00.
Ke depan, pihaknya berencana mengembangkan konsep pasar tematik, termasuk Pasar Krempyeng ngabuburit saat Ramadan.
“Pedagang nanti akan kami batasi sekitar 100 hingga 150 lapak. Insya Allah Ramadan nanti ada Pasar Krempyeng ngabuburit,” terangnya.
Menariknya, pembukaan kembali Pasar Krempyeng juga menarik perhatian wisatawan mancanegara.Dua wisatawan asal Mallorca, Spanyol, Mario dan Cristina, mengaku terkesan dengan suasana pasar dan keramahan warga.
“Luar biasa. Pengunjungnya sangat banyak dan warganya ramah,” ujar Mario. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto