Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Ekonomi Kota Madiun Melambat, Triwulan III 2025 Tumbuh 5,6 Persen

Erlita H • Senin, 26 Januari 2026 | 04:00 WIB
Laju pertumbuhan ekonomi Kota Madiun pada triwulan III 2025 mengalami perlambatan, dengan sektor jasa menjadi penopang utama pertumbuhan daerah. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Laju pertumbuhan ekonomi Kota Madiun pada triwulan III 2025 mengalami perlambatan, dengan sektor jasa menjadi penopang utama pertumbuhan daerah. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

KOTA MADIUN – Pertumbuhan ekonomi Kota Madiun pada triwulan III 2025 tercatat sebesar 5,6 persen secara year on year (y-on-y).

Meski masih tumbuh positif, lajunya mengalami perlambatan dibandingkan triwulan II 2025 yang mencapai 6,35 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik Kota Madiun, Abdul Aziz, menjelaskan perlambatan tersebut dipicu kontraksi di sejumlah sektor, terutama sektor primer serta sebagian sektor sekunder.

“Triwulan III tetap tumbuh, tetapi lajunya melambat,” ujarnya, kemarin (25/1).

Pada sektor primer, produksi pertanian tercatat meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya.

Namun, sektor pertambangan justru terkontraksi.

Kondisi ini dipengaruhi menurunnya kualitas material saat musim hujan serta kebijakan Pemerintah Kota Madiun yang tidak memperbolehkan aktivitas penggalian.

Tekanan juga terjadi pada sektor sekunder. Industri pengolahan dan alat angkut mengalami penurunan kinerja.

Di sisi lain, produksi dan penjualan listrik justru meningkat seiring naiknya aktivitas industri energi.

Untuk sektor konstruksi, realisasi terbesar telah terjadi pada triwulan II, sehingga kontribusi pada triwulan III tidak setinggi periode sebelumnya.

Sebaliknya, sektor tersier menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Kota Madiun.

Kinerja perdagangan besar dan eceran, reparasi kendaraan, transportasi, hotel, serta jasa komunikasi tercatat mengalami peningkatan.

Momentum hari besar keagamaan, libur panjang, hingga peringatan Hari Jadi Kota Madiun turut mendorong mobilitas dan konsumsi masyarakat.

“Aktivitas dan mobilitas masyarakat meningkat pada triwulan III,” kata Aziz.

BPS mencatat, secara quarter to quarter (q-to-q), ekonomi Kota Madiun pada triwulan III 2025 hanya tumbuh 0,09 persen dibanding triwulan II.

Sementara itu, inflasi kumulatif Januari hingga triwulan III 2025 (c-to-c) mencapai 5,94 persen.

Dari sisi struktur ekonomi, distribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Madiun masih didominasi sektor tersier sebesar 79,14 persen.

Sektor sekunder menyumbang 19,97 persen, sedangkan sektor primer hanya 0,90 persen.

Secara regional Jawa Timur, pertumbuhan ekonomi Kota Madiun pada triwulan III 2025 berada di angka 5,60 persen, turun dibandingkan triwulan II yang mencapai 6,35 persen.

“Daerah dengan basis pertanian kuat seperti Pacitan dan Tulungagung justru masih tumbuh tinggi,” imbuh Aziz.

Menurutnya, dengan keterbatasan lahan pertanian dan industri, pengembangan sektor pariwisata dan jasa menjadi kunci penguatan ekonomi Kota Madiun ke depan.

“Jika pariwisata tumbuh, sektor perdagangan, akomodasi, perbankan, hingga jasa lainnya akan ikut bergerak,” pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#pertumbuhan ekonomi triwulan III 2025 #sektor jasa Madiun #ekonomi Jawa Timur #inflasi kota madiun #PDRB Kota Madiun #madiun #BPS Kota Madiun #ekonomi kota madiun