MADIUN – Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS Bengawan Solo) memberlakukan piket siaga banjir selama musim penghujan.
Petugas berjaga 24 jam untuk memantau kondisi sungai, khususnya wilayah Kota dan Kabupaten Madiun yang rawan genangan akibat peningkatan debit air.
Staf Teknis OPSDA III BBWS Bengawan Solo, Nanang Ari Mustofa, mengatakan posko siaga dibuka di dua lokasi, yakni Kantor OPSDA III BBWS Bengawan Solo dan Kantor Jiwan.
Wilayah pemantauan mencakup Ponorogo, Magetan, Kota/Kabupaten Madiun, hingga Ngawi.
“Petugas berjaga setiap hari, termasuk akhir pekan, dengan perlengkapan yang sudah disiapkan,” ujarnya, Senin (26/1).
BBWS menyiapkan berbagai sarana penanganan darurat, mulai bambu, terpal, sesek bambu, sandbag, geobag, hingga dukungan tenaga dan alat berat.
Posko siaga telah aktif sejak pertengahan September dan diperkirakan berlangsung hingga Maret–April, atau sekitar dua minggu sampai satu bulan setelah musim hujan berakhir.
Langkah antisipatif juga dilakukan melalui normalisasi sungai, pengecekan tanggul, pengoperasian tiga pompa utama, serta penanganan titik-titik rawan banjir.
Normalisasi di antaranya dilakukan di Kali Piring, Kelurahan Pilangbango, serta kawasan Sawahan.
Nanang mengimbau masyarakat turut berperan menjaga kelancaran aliran sungai.
Warga diminta tidak membuang sampah ke sungai serta tidak memanfaatkan sempadan sungai untuk bangunan.
“Daerah basah di sepanjang aliran sungai sebaiknya tetap steril agar aliran air lancar saat debit naik,” tegasnya.
Terkait kondisi terkini, tinggi muka air (TMA) Bengawan Madiun di sekitar Jalan Ahmad Yani tercatat 58 mdpl.
Angka tersebut masih di bawah ambang siaga.
“Siaga hijau di 60,30 mdpl, siaga kuning 61 mdpl, dan siaga merah 62,30 mdpl. Saat ini masih relatif aman,” jelas Nanang. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto