Jawa Pos Radar Madiun – Festival Dai Cilik Jawa Pos Radar Madiun tingkat SD/MI kembali digelar.
Ajang tahunan ini menjadi penanda datangnya bulan suci Ramadan sekaligus wadah menumbuhkan semangat dakwah dan melatih kemampuan public speaking anak sejak dini.
Festival yang memasuki tahun keenam sejak pertama kali digelar pada 2021 tersebut diikuti ratusan peserta dari wilayah Madiun Raya.
Dari sekitar 200 pendaftar, panitia akan menyeleksi 30 dai cilik terbaik untuk melaju ke babak grand final.
Koordinator Event Jawa Pos Radar Madiun, Dewanti Septianingrum, mengatakan para finalis akan memperebutkan juara 1, 2, dan 3, harapan 1 dan 2, yel-yel terbaik 1 dan 2.
Serta kategori dai cilik favorit berdasarkan jumlah penayangan video di kanal Jawa Pos TV Madiun.
“Pemenang akan mendapatkan trofi, piagam penghargaan, dan uang pembinaan,” ujarnya, kemarin (26/1).
Dewanti menjelaskan, audisi digelar mulai 26 Januari hingga 5 Februari dengan konsep roadshow di enam daerah.
Untuk Kota dan Kabupaten Madiun, audisi dipusatkan di Kantor Jawa Pos Radar Madiun.
Sementara audisi di Magetan, Ngawi, Ponorogo, dan Pacitan dilaksanakan di kantor Kementerian Agama atau Dinas Pendidikan setempat.
“Konsepnya audisi keliling, menyesuaikan lokasi di masing-masing daerah,” tambahnya.
Pada babak penyisihan, peserta diberi waktu ceramah maksimal lima menit.
Penilaian meliputi penguasaan materi, kemampuan public speaking, serta ketepatan durasi.
Peserta memilih satu dari lima tema ceramah yang telah ditentukan panitia.
Adapun tema ceramah grand final ditetapkan meneladani sifat Rasulullah di bulan Ramadan.
Dari setiap daerah akan diambil lima peserta terbaik sehingga total 30 finalis tampil di babak puncak dengan durasi ceramah tujuh menit.
“Festival Dai Cilik ini mendapat dukungan penuh dari dinas pendidikan dan kementerian agama. Kegiatannya positif untuk membentuk mental dan kepercayaan diri anak,” terangnya.
Sementara itu, pendamping dari SDN Pangongangan, Shinta Rohmi, mengaku mengirimkan dua peserta, yakni Nabila Rizki Ramadhani dan Aqila Helwa Hasana.
Keduanya membawakan tema menjadi anak saleh dan salehah di bulan Ramadan.
“Persiapan memang singkat. Dua hari latihan offline dan dua hari online. Kami dampingi mulai dari penyusunan konsep, alur ceramah, hingga improvisasi,” jelasnya.
Menurut Shinta, Festival Dai Cilik menjadi ruang penting bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat, melatih keberanian tampil di depan umum, serta meningkatkan rasa percaya diri. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto