Jawa Pos Radar Madiun – Inovasi pengelolaan sampah yang dikembangkan Bank Sampah Matahari, Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, menorehkan prestasi di tingkat nasional.
Lembaga tersebut berhasil masuk dalam jajaran Top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (SINOVIK) 2025, mengungguli 2.476 nominator dari berbagai daerah di Indonesia.
Dipimpin Siam Sumartini, Bank Sampah Matahari menerapkan sistem pengelolaan sampah berbasis pemilahan dari sumbernya, yakni rumah tangga.
Sampah yang dikumpulkan tidak hanya diolah menjadi produk bernilai ekonomi, tetapi juga dikonversi menjadi tabungan pendidikan, kesehatan, hingga tabungan emas.
Inovasi ini sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.
Bank Sampah Matahari berdiri sejak 11 November 2010. Gagasan tersebut berawal dari keprihatinan terhadap kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo yang setiap hari menerima sekitar 100 ton sampah dengan sistem timbun.
“Kami memulai dari hulu dengan mengedukasi masyarakat agar memilah sampah sejak dari rumah. Tujuannya menekan jumlah residu yang masuk ke TPA,” ujar Siam, Kamis (29/1).
Selain persoalan lingkungan, inovasi ini juga dilatarbelakangi masalah kesehatan masyarakat.
Sampah yang tidak terkelola dengan baik berpotensi menjadi sarang nyamuk dan memicu kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah.
Berbagai jenis sampah anorganik kemudian diolah menjadi produk kreatif bernilai jual.
Plastik kresek dan sendok makan bekas disulap menjadi tas dan bunga hias. Seiring perkembangan, pengolahan diperluas ke kaca, kertas, dan botol plastik.
Dari satu botol plastik, Bank Sampah Matahari mampu menghasilkan hingga enam produk, seperti sapu, asbak, meja, kursi, baki, hingga paving block.
Dalam satu bulan, produksi sapu dari botol plastik dapat mencapai hampir 100 unit, setara dengan pemanfaatan sekitar 30 ribu botol plastik bekas.
Produk-produk tersebut dipasarkan secara daring maupun melalui berbagai pameran.
Keberhasilan Bank Sampah Matahari juga menjadikannya rujukan pengelolaan bank sampah di tingkat RT se-Kota Madiun.
Mulai dari sistem tata kelola, administrasi, hingga mekanisme tabungan, dijadikan model pengembangan dalam program satu bank sampah satu RT.
Siam berharap inovasi ini dapat mendorong penanganan sampah organik dan anorganik secara berkelanjutan dari tingkat lingkungan terkecil.
“Sampah harus menjadi bagian dari solusi, bukan masalah,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Andi Chorniawan