KOTA MADIUN – Jadwal keberangkatan calon jemaah haji (CJH) Kota Madiun mulai mengerucut.
Berdasarkan hasil pembagian qur’ah, CJH Kota Madiun tergabung dalam kloter 22 dan akan masuk Embarkasi Surabaya pada 27 April mendatang pukul 07.00 WIB.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Madiun Datik Ardiyah mengatakan, pelepasan jemaah dijadwalkan dilakukan oleh Wali Kota Madiun pada tengah malam sebelum keberangkatan.
“Pelepasan oleh wali kota dilakukan tengah malam. Teknisnya masih kami matangkan melalui rapat koordinasi,” ujarnya, Rabu (4/2).
Teknis pelepasan masih menunggu hasil rapat koordinasi antara Pemkot Madiun, Kemenhaj, serta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).
Menjelang keberangkatan, Kemenhaj Kota Madiun menyiapkan rangkaian bimbingan manasik haji.
Manasik tingkat kecamatan dijadwalkan pada 7–8 Februari dan akan diikuti 122 jemaah di dua lokasi berbeda.
Manasik pertama digelar di Kecamatan Taman dengan peserta 110 jemaah dan dipusatkan di Kantor Kelurahan Taman.
Kegiatan ini melibatkan Kemenhaj, Kemenag, serta organisasi masyarakat seperti Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Sementara itu, manasik gabungan Kecamatan Manguharjo dan Kartoharjo diikuti 112 jemaah dan dilaksanakan di MAN 1 Kota Madiun.
Penggabungan dilakukan karena jumlah CJH Manguharjo hanya 34 orang dan Kartoharjo 78 orang, sehingga belum memenuhi satu rombongan penuh.
Selain manasik kecamatan, manasik gabungan seluruh jemaah dijadwalkan berlangsung pada 16 Februari di Asrama Haji Surabaya mulai pukul 05.30 WIB.
“Manasik ini penting agar tidak ada jemaah yang kurang paham dalam pelaksanaan ibadah haji,” tambah Datik.
Di sisi lain, mulai 2 Februari, Dinkes-PPKB Kota Madiun telah memulai vaksinasi meningitis dan influenza bagi CJH.
Total jemaah reguler yang akan berangkat sebanyak 122 orang, terdiri atas satu KBIH dan 15 jemaah cadangan yang telah melunasi biaya haji.
Dari jumlah tersebut, 11 jemaah cadangan dinyatakan naik, sementara empat lainnya belum berangkat karena selisih antrean yang masih jauh.
Datik mengingatkan seluruh CJH agar menjaga kondisi kesehatan menjelang keberangkatan dengan mengatur pola makan, istirahat cukup, serta menghindari kelelahan dan kecemasan berlebih.
“Kalau sampai di asrama haji dalam kondisi sakit, keberangkatan bisa tertunda. Karena itu jemaah harus tenang dan benar-benar menjaga kesehatan,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto