Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

SDN Patihan Madiun Diserang Ulat Bulu, Puluhan Siswa Gatal-Gatal

Hengky Ristanto • Jumat, 6 Februari 2026 | 18:16 WIB
BIKIN GATAL: Petugas BPBD Kota Madiun menggunakan APD melakukan penyemprotan ulat bulu di pohon halaman SDN Patihan, Jumat (6/2). FOTO: DISKOMINFO KOTA MADIUN
BIKIN GATAL: Petugas BPBD Kota Madiun menggunakan APD melakukan penyemprotan ulat bulu di pohon halaman SDN Patihan, Jumat (6/2). FOTO: DISKOMINFO KOTA MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Serangan ulat bulu membuat aktivitas belajar mengajar di SDN Patihan, Kecamatan Manguharjo, terganggu.

Puluhan siswa mengeluh gatal-gatal dan panas pada kulit sejak empat hari terakhir.

Guru wali kelas VI SDN Patihan, Sumilan Widodo, mengatakan keluhan muncul hampir setiap pagi.

Anak-anak yang terkena rata-rata baru selesai beraktivitas di halaman sekolah, terutama di bawah pohon mangga.

“Sudah empat hari berturut-turut. Setiap pagi ada saja anak yang gatel-gatel,” ujarnya, Jumat (6/2).

Pada hari pertama (2/2), korban didominasi siswa kelas I–II.

Tercatat lima siswa kelas I dan II mengeluh gatal.

Namun, jumlahnya terus bertambah hingga puncaknya terjadi kemarin.

“Puncaknya tadi tiga kelas. Kelas VI A-B sama kelas V A-B,” terangnya.

Sumilan menyebut, serangan ulat bulu paling banyak terjadi saat siswa bermain atau mengikuti kegiatan di bawah pohon. Termasuk saat senam pagi.

“Tadi kegiatan senam di bawah pohon mangga. Yang kena yang di bawah pohon mangga itu,” jelasnya.

Pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan BPBD untuk penanganan.

Namun, BPBD disebut belum memiliki obat pembasmi.

Koordinasi kemudian diteruskan ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKPP) hingga akhirnya obat didatangkan.

“Tadi telepon BPBD langsung, tapi obatnya enggak ada. Baru koordinasi dengan pertanian. Terus obatnya datang,” ucapnya.

Setelah obat tersedia, penyemprotan dijadwalkan dilakukan untuk menekan penyebaran ulat bulu di lingkungan sekolah.

Pihak sekolah berharap setelah penyemprotan, kasus gatal-gatal tidak kembali terulang.

“Kasihan. Rasanya gatal panas anak-anak itu,” ungkapnya.

Sambil menunggu penyemprotan, penanganan sementara dilakukan melalui UKS.

Siswa yang terdampak mendapat pertolongan pertama menggunakan bedak salisil agar keluhan gatal berkurang.

“Tadi diberi bedak salisil. Agak berkurang,” kata Sumilan.

Salah satu siswa kelas VI SDN Patihan, Arjuna Faizal Putra Handoko, mengaku terkena gatal di bagian tangan hingga leher setelah berada di halaman sekolah.

“Sudah diberi bedak (anti-gatal),” ujarnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#siswa gatal gatal #penyemprotan ulat bulu #sdn patihan #ulat bulu madiun #madiun #BPBD Kota Madiun