MADIUN – BPBD Kota Madiun langsung turun tangan setelah menerima laporan serangan ulat bulu di SDN Patihan dari Dinas Pendidikan (Dindik).
Penanganan dilakukan dengan menyemprot cairan pembasmi serangga yang dicampur deterjen.
Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Madiun Moch. Subchan mengatakan, ulat bulu ditemukan dalam jumlah cukup banyak di pohon-pohon halaman sekolah.
Serangga tersebut berisiko memicu gatal pada siswa jika bulunya rontok dan mengenai kulit.
“Ulat bulu ini tipikalnya kalau bulunya rontok dan kena tangan atau badan bisa gatal. Itu yang mengganggu aktivitas belajar,” ujarnya, kemarin (6/2).
Subchan menyebut, serangan ulat bulu memang rawan meningkat saat musim hujan.
Sebab, fase perkembangan ulat berlangsung pada periode penghujan hingga berubah menjadi kepompong dan kupu-kupu.
“Ulat bulu memang biasanya berkembang di musim penghujan,” jelasnya.
Untuk menghindari dampak penyemprotan, pihak sekolah berkoordinasi mempercepat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Setelah itu, siswa dipulangkan lebih awal.
“Tadi disepakati kepala sekolah dan guru, MBG dipercepat lalu anak-anak dipulangkan,” ucapnya.
Subchan memastikan cairan penyemprotan tidak membahayakan manusia.
Selain itu, cairan cepat mengering dan tidak meninggalkan efek berbahaya.
“Disinfektannya khusus serangga dan dicampur deterjen. Durasinya tidak lama, nanti juga kering,” tandasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto