Jawa Pos Radar Madiun – Warga Desa Grobogan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, digegerkan penemuan seorang pria yang meninggal di depan pintu rumahnya, Minggu (8/2) pagi.
Korban ditemukan sekitar pukul 08.30 dalam kondisi sudah membusuk.
Kepala Desa Grobogan Nur Rifa’i mengatakan, korban bernama Bibit (lahir 1977).
Selama ini korban tinggal sendirian dan dikenal tertutup.
Korban pertama kali ditemukan warga saat hendak menagih pembayaran listrik.
Ketua RT sempat mendatangi rumah korban dengan alasan mengantar struk listrik.
Namun, pintu pagar tak kunjung dibuka.
“Kami dapat informasi dari Pak RT sekitar 08.30. Karena orangnya tertutup, biasanya kalau mau masuk itu alasannya bawa struk listrik,” ujar Nur Rifa’i.
Karena tidak ada respons, warga akhirnya membuka pintu secara paksa.
Warga mencium bau menyengat dari dalam rumah.
Korban ditemukan sudah tergeletak tak bernyawa di depan pintu.
“Kondisi jenazah sudah melepuh. Diperkirakan korban meninggal sekitar tiga hari sebelum ditemukan,” katanya.
Korban sehari-hari bekerja sebagai juru parkir di kawasan Bogowonto, Kota Madiun.
Menurut warga, korban juga jarang bersosialisasi.
Bahkan, saat desa hendak memberikan bantuan, korban menolak.
“Dengan keluarga sendiri juga tertutup. Kurang bermasyarakat. Dari desa pernah mau memberi bantuan bentuk apa pun tidak mau,” terangnya.
Terpisah, Kapolsek Jiwan AKP Bambang Wahyu Jati mengatakan, pihaknya menerima laporan warga terkait penemuan jenazah.
Petugas langsung menuju lokasi dan berkoordinasi dengan SPKT Polres Madiun Kota.
Berdasarkan keterangan perangkat desa dan warga sekitar, korban diketahui sudah lama sakit.
Tetangga juga curiga karena tiga hari terakhir korban tidak terlihat keluar rumah, termasuk untuk membeli nasi pecel langganannya.
“Korban sudah lama sakit. Tetangga merasa tiga hari ini korban tidak keluar,” kata Bambang.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan indikasi kekerasan atau penganiayaan.
Dugaan sementara korban meninggal karena sakit.
“Tidak ada indikasi penganiayaan. Murni korban sakit,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto