Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun menyiapkan konsep baru untuk menghidupkan ruang publik selama Ramadan.
Bukan lewat event besar sekali jalan, melainkan rangkaian kegiatan kecil yang digelar rutin dan menyebar di banyak titik.
Plt Kepala Disbudparpora Kota Madiun Noor Aflah mengatakan, pola kegiatan tahun ini sengaja dibuat lebih dekat dengan masyarakat.
Targetnya, dampak ekonomi dan aktivitas sosial bisa dirasakan langsung.
“Prinsipnya saya ingin menyebar kegiatan-kegiatan itu. Bukan kegiatan besar, tapi kecil-kecil jumlahnya banyak. Dampaknya langsung ke masyarakat,” ujarnya, Minggu (8/2).
Salah satu agenda terdekat adalah program Ramadan di kawasan PSC.
Pemkot menyiapkan rencana menutup area PSC pada dini hari untuk kegiatan sahur bersama hingga olahraga ringan.
“Rencananya kami akan tutup area PSC pukul 02.00–05.30. Untuk kegiatan sahur, subuhan, lalu setelah itu masyarakat bisa olahraga kecil-kecil,” terangnya.
Menurut Aflah, konsep itu diadaptasi dari kebiasaan di daerah lain yang memusatkan aktivitas sahur hingga olahraga di kawasan masjid besar.
Pemkot ingin menghadirkan atmosfer serupa di ruang publik Kota Madiun.
“Nah ini karena kita punya kawasan PSC, saya berusaha mengedukasi budaya itu ke Kota Madiun,” katanya.
Pemkot juga menyiapkan agenda sore hingga malam untuk mendukung aktivitas berburu takjil dan buka puasa.
Lokasi yang disiapkan berada di kawasan Bogowonto.
“Ketika sore mau buka puasa, dari takjil itu akan kami usulkan di area Bogowonto. Mendukung kegiatan-kegiatan yang ada di masjid besar,” jelasnya.
Kawasan Bogowonto diharapkan hidup sejak jelang buka puasa hingga malam.
Termasuk setelah tarawih dan tadarus.
Pemkot menyiapkan hiburan dan agenda bernuansa Ramadan, seperti pengajian dan kegiatan komunitas.
“Bogowonto kami harapkan buka. Di situ juga akan diisi hiburan dan kegiatan-kegiatan terkait Ramadan,” imbuhnya.
Pemkot berharap masyarakat tidak lagi bingung mencari titik aktivitas selama Ramadan.
Mulai sahur, buka puasa, hingga tempat berkegiatan setelah ibadah malam.
“Supaya masyarakat tidak bingung. Sahur di mana, buka puasa di mana, selesai tarawih, tadarus mau cari makan di mana. Itu sudah kita siapkan semua,” tegasnya.
Aflah menambahkan, konsep ini juga diarahkan untuk menghidupkan kawasan ekonomi yang sudah dibangun pemkot, termasuk mendorong pergerakan UMKM.
“Supaya area-area ekonomi yang sudah kita bangun itu hidup,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto