Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Pemkot Madiun Siapkan Jalur Baru Wisata Religi, Masjid Kuno Taman dan Kuncen Masuk Rute

Hengky Ristanto • Senin, 9 Februari 2026 | 04:00 WIB
CEK LOKASI: Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengecek rencana jalur wisata religi baru yang akan menghubungkan PRC dengan masjid kuno, makam, hingga Sendang Kuncen. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
CEK LOKASI: Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengecek rencana jalur wisata religi baru yang akan menghubungkan PRC dengan masjid kuno, makam, hingga Sendang Kuncen. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Wacana perluasan wisata religi di Kota Madiun mulai dimatangkan.

Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun (BP) turun mengecek dua titik yang disiapkan menjadi jalur baru wisata religi, yakni Masjid Kuno Taman dan Masjid Kuno Kuncen, Jumat (6/2).

BP mengatakan, selama ini kunjungan wisata religi di Pahlawan Religi Center (PRC) didominasi pengunjung yang menjadikan replika Ka’bah sebagai tujuan utama.

Pemkot melihat peluang untuk memutar arus wisata agar tidak berhenti di satu titik saja.

“Selama ini masyarakat banyak melakukan wisata religius dengan target replika Ka’bah. Nah, ini kami melihat peluang. Nanti pengunjung kami coba ajak keliling masjid maupun makam kuno di Kota Madiun,” ujarnya kemarin (8/2).

Rute wisata religi yang disiapkan dimulai dari PRC. Dilanjutkan ke Makam Taman, Masjid Kuno Taman, Makam Kuncen, Masjid Kuno Kuncen, hingga Sendang Kuncen.

BP menyebut, konsep tersebut bukan sekadar wisata ziarah.

Namun, juga bagian dari upaya mengenalkan sejarah Kota Madiun melalui titik-titik cagar budaya dan situs religi.

Pemkot juga menyiapkan paket pendukung.

Mulai wisata kuliner hingga jejak tokoh-tokoh yang dimakamkan di Kota Madiun.

Seperti Ki Ageng Suro serta Ki Hadjar Hardjo Oetomo di Kelurahan Winongo dan Pilangbango.

BP berharap konsep itu bisa diuji coba sebelum Ramadan.

Sekaligus memetakan kebutuhan di lapangan, mulai akses, parkir, hingga ruang bagi UMKM.

“Makanya tadi selain melihat destinasinya, kami lihat lokasi parkir, UMKM, dan sebagainya. Perlu sinergi seluruh dinas, camat, dan kelurahan untuk menata target wisata religi ini,” tambahnya.

Untuk mendukung program, pemkot sebelumnya membentuk kelompok sadar wisata (pokdarwis) di dua destinasi.

Pokdarwis bertugas mengelola wisata sekaligus menggerakkan potensi kesenian di tingkat kelurahan.

Ke depan, model pokdarwis ini disiapkan menjadi percontohan untuk diterapkan di kelurahan lain di Kecamatan Taman.

“Saya berharap bisa bekerja sama untuk pembangunan Kota Madiun sampai 2030, dengan menggerakkan dan mengenalkan potensi-potensi masyarakat lokal,” pungkas BP. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#UMKM wisata #Masjid Kuno Kuncen #Masjid Kuno Taman #pokdarwis #PRC Madiun #madiun #wisata religi madiun #sendang kuncen