Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Masjid-Makam Kuno Kuncen dan Taman Madiun Ramai Diziarahi, Akhir Pekan Bisa 20 Bus

Erlita H • Senin, 9 Februari 2026 | 10:00 WIB

CAGAR BUDAYA: Masjid-Makam Kuno Kuncen dan Taman di Kota Madiun ramai diziarahi peziarah dari berbagai daerah, terutama saat akhir pekan. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
CAGAR BUDAYA: Masjid-Makam Kuno Kuncen dan Taman di Kota Madiun ramai diziarahi peziarah dari berbagai daerah, terutama saat akhir pekan. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Kawasan wisata religi Masjid-Makam Kuno Kuncen dan Taman mulai dikembangkan.

Di dua kelurahan itu, kelompok sadar wisata (pokdarwis) sudah dibentuk.

Takmir Masjid Kuno Kuncen periode 2024–2029 Mukhamad Efendi menyebut, pokdarwis Kuncen kini memiliki 11 seksi.

Fokus awalnya menyiapkan sarana prasarana, mulai masjid, makam, sendang, hingga UMKM.

“Ketika nanti benar-benar dimulai, masjid, makam, sendangnya, UMKM-nya sudah siap. Jadi perjalanannya mudah-mudahan bisa berjalan baik,” ujarnya kemarin (8/2).

Efendi menilai, UMKM di sekitar Masjid Kuno Kuncen perlu didorong agar lebih hidup.

Selain variasi produk, kawasan itu juga belum memiliki pedagang yang menjual perlengkapan ibadah seperti peci, mukena, tasbih, hingga sajadah.

Masjid Kuno Kuncen diyakini didirikan Pangeran Timur pada rentang 1558–1578.

Tidak ada prasasti yang menyebutkan tahun pasti pendirian masjid.

Selain bangunan dan kawasan makam, Masjid Kuncen juga menyimpan kekhasan budaya.

Di antaranya kesenian gembrung, gentong, serta temuan lingga yoni.

Namun, Efendi mengingatkan regenerasi pemain menjadi pekerjaan rumah.

Sebab, sebagian besar penabuh sudah sepuh bahkan banyak yang meninggal.

“Secara fisik alatnya masih komplet, masih bisa ditabuh. Tapi regenerasi harus disiapkan,” terangnya.

Efendi menyebut, masjid, makam, dan sendang perlu dikelola satu pintu.

Karena itu, pokdarwis dibentuk untuk memperjelas alur kunjungan.

Kawasan Masjid Kuno Kuncen selama ini juga sudah ramai.

Pengunjung datang dari berbagai daerah, mulai Ponorogo, Bojonegoro, Mojokerto, Tuban, Surabaya, hingga Tegal Sari.

Puncaknya saat akhir pekan. “Kalau Sabtu-Minggu ramai. Kadang 15 sampai 20 bus,” tambah warga Jalan Ronggo Jumeno itu.

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Kuno Taman Harminto mengatakan, jumlah peziarah meningkat dalam 2–3 tahun terakhir.

Masjid Kuno Taman sejak awal memang dicanangkan sebagai destinasi wisata religi.

“Alhamdulillah, semakin ke belakang pengunjung semakin banyak. Dari Jawa Timur maupun Jawa Tengah,” ujarnya.

Masjid Kuno Taman merupakan peninggalan Bupati Madiun ke-13 dan berdiri pada 1725 Masehi.

Struktur bangunan masjid masih asli sehingga ditetapkan sebagai cagar budaya.

Akses masjid juga dibuka 24 jam. Warga maupun peziarah bisa datang untuk beribadah, beristirahat, sekaligus berziarah ke makam bupati.

Kawasan sekitar masjid juga sudah dilengkapi lapak kuliner sebagai daya tarik tambahan.

Namun, Harminto berharap pemkot memperbaiki akses pendukung.

Terutama jalur masuk selatan serta Jalan Asahan yang disebut menjadi salah satu akses utama menuju masjid.

“Kalau mau dibuka wisata religi, akses pintu masuk selatan dipermudah. Jalan Asahan juga banyak berlubang,” pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#makam kuno Madiun #Masjid Kuno Kuncen #akses Jalan Asahan #Masjid Kuno Taman #UMKM Kuncen #pokdarwis #madiun #wisata religi madiun #Gembrung